Wednesday, February 26, 2020

Cara Merubah Nama, NISN, dan NIK Siswa di Emis Feeder

Cara merubah atau edit nama, NISN, dan NIK siswa melalui Emis Feeder sekarang bisa dilakukan. Untuk dapat mengedit atau mengubah nama, NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), dan NIK (Nomor Induk Kependudukan) siswa tidak dilakukan melalui Aplikasi Feeder Emis Offline melainkan melalui laman Emis Feeder Monitor, alias secara online. Meski demikian ini merupakan penambahan fitur yang baru karena sebelumnya fitur untuk mengedit data-data pokok tersebut tidak tersedia.

Padahal di Aplikasi Emis Feeder Online, ketiga data pokok tersebut (nama, NISN. dan NIK) tidak dapat dilakukan pengeditan. Kecuali jika menggunakan Aplikasi Feeder Emis versi Alpha, yakni versi ujicoba. Namun tentunya, mengedit nama siswa dengan menggunakan Aplikasi Feeder Emis versi Alpha tidak direkomendasikan oleh Ayo Madrasah.

Ubah Nama, NISN, dan NIK

Wajar jika kemudian tidak sedikit operator madrasah yang kebingungan bagaimana cara melakukan perubahan data nama, NIK, NISN siswa pada pendataan Emis Madrasah semester ini. Untungnya, tidak berselang lama, Tim Emis Pusat memberikan perbaikan sistem sehingga pengeditan nama siswa beserta NISN dan NIK dapat dilakukan melalui Feeder Emis Monitor.

Baca: Cara Menghapus Siswa di Emis Feeder dan Monitor

Cara Merubah Nama NISN, dan NIK Siswa


Merubah nama, NISN, dan NIK siswa dilakukan di laman Emis Feeder Monitor. Karena itu, untuk melakukan perubahan operator madrasah harus membuka laman http://emisdep.kemenag.go.id/madrasah_emis/monitor dan login dengan menggunakan email dan password emis seperti biasa.

Sebelumnya melakukan perubahan, pastikan telah melakukan, terlebih dahulu:
  1. Updating data seluruh siswa melalui Aplikasi Feeder Emis (Offline)
  2. Sinkronisasi Siswa dari Aplikasi Feeder Emis Offline ke Feeder Emis Monitor

Setelahnya, silakan ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Klik menu "Edit Data Pokok" dari sidebar sebelah kiri
  2. Terbuka halaman Pengajuan Edit Data Pokok, klik tab "Siswa"
  3. Edit Nama, NISN, dan NIK
  4. Muncul kotak pencarian nama siswa, ketikkan beberapa huruf lalu klik tombol "Cari Siswa" untuk mencari siswa yang akan diedit nama, NISN, atau NIK
  5. Hasil pencarian nama akan disajikan di bawahnya.
  6. Klik tombol "Proccess" yang terdapat di ujung kanan nama siswa
  7. Edit Nama, NISN, dan NIK
  8. Terbuka Form Pengajuan Edit Data Pokok Siswa
  9. Sila ubah pada kolom nana siswa, NISN, atau NIK sesuai kebutuhan
  10. Upload file scan Kartu Keluarga dan Ijazah dalam format PDF pada kolom yang KK dan Ijazah
  11. Edit Nama, NISN, dan NIK
  12. Klik tombol "Update" untuk mengirim pengajuan edit data
Karena merupakan pengajuan, maka setelah mengklik tombol Update, perubahan terhadap nama siswa, NIK, dan NISN akan dilakukan verifikasi dan validasi sebelum akhirnya ditampilkan.

Baca Juga:

Yang sedikt menjadi masalah adalah kewajiban mengunggah file scan ijazah. Bagi siswa MTs dan MA tentu sudah memiliki ijazah jenjang sebelumnya. Tetapi bagi siswa MI, apalagi RA bisa jadi belum memiliki ijazah. Semoga ke depan akan terdapat perbaikan untuk upload dokumen penunjang yang dibutuhkan.

Demikianlah cara melakukan pengeditan atau ubah nama siswa, NISN, dan NIK melalui Emis Feeder. Semoga menjadi solusi bagi madrasah yang memiliki siswa dengan data pokok yang masih salah dan perlu perbaikan.

Saturday, February 22, 2020

Pengaturan Data Jam Kerja GTK di Simpatika

Pengaturan Data Jam Kerja GTK, satu fitur baru di layanan Simpatika Kemenag di semester ini. Seting Jam Kerja GTK memang baru muncul pada semester kedua tahun 2020 ini. Pada periode sebelumnya, jika guru dan tenaga pendidikan sudah aktif, beserta jam mengajar perminggunya, maka Kepala Madrasah dapat langsung melakukan keaktifan kolektif. Namun kini, ada tambahan parameter baru yakni jam kerja guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah.

Saat Kepala Madrasah akan melakukan keaktifan kolektik (cetak S25a), di bagian bawah data guru dan data tenaga pendidikan terdapat kolom tambahan "Set Jam Kerja PTK" dalam kondisi merah. Kepala Madrasah atau Operator Madrasah harus melakukan pengisian atau pengaturan jam kerja ini sesuai aturan yang berlaku hingga Kepala Madrasah dapat mencetak Form S25a.

Baca : 12 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Kamad Cetak S25

Pengaturan Data Jam Kerja GTK

Set Jam Kerja GTK merupakan fitur untuk mengatur lama jam bekerja setiap PTK perharinya selama sepekan. Mulai bekerja jam berapa dan berakhir hingga jam berapa. Sesuai ketentuan, guru PNS dan penrima TPG, selain wajib memenuhi beban kerja 24 Jam Tatap Muka perminggu, pun harus memiliki akumulasi jam kerja perminggu sebanyak minimal 37,5 jam.

Baca: Melihat Tampilan Analisa Tunjangan Terbaru Linier Sertifikat dan Ijazah

Tampaknya, mulai semester dua Tahun pelajaran 2019/2020 ini penghitungan jam kerja guru ikut menjadi parameter yang dihitung di Simpatika. Ini tentu melengkapi absen elektronik yang sudah diberlakukan sebeleumnya.

Bagaimana cara pengaturan jam kerja GTK di Simpatika?

Agar Kepala Madrasah dapat mencetak S25a (Keaktifan Kolektif) dan GTK dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya, Pengajuan SKMT dan SKBK, mau tidak mau Set Jam Kerja GTK harus diisi. Bagaimana cara mengisinya?

Untuk mengisinya, cara dan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
  1. Kepala Madrasah atau Operator login ke Simpatika layanan Madrasah (bukan Akun PTK)
  2. Klik menu "Sekolah"
  3. Klik menu "Jadwal"
  4. Klik submenu "Lihat Jam Kerja" (di kelompok Kalender Akademik)
  5. Muncul pengaturan Jam Kerja GTK, klik tanda plus (+) di sebelah kanan
  6. Muncul jendela "Tambah Jam Kerja"
  7. Pilih "Jenis Jam Kerja", 
  8. Isikan jam masuk dan pulang GTK setiap hari
  9. Pastikan jumlah keseluran jam kerja selama seminggu, minimal sudah 37,5 jam
  10. Klik Simpan

Baca: 5 Langkah Pengajuan SKMT dan SKBK (S29) Simpatika

Lebih jelasnya, sila tonton video berikut ini.



Saat artikel dan video tutorial cara seting jam kerja GTK di Simpatika ini dibuat oleh Ayo Madrasah, tampaknya masih terdapat bug pada sistem Simpatika. Saat pengaturan jam kerja diisi tidak bisa disimpan. Baik ketika jumlah jam kurang dari 37,5 jam maupun lebih, sistem memunculkan peringatan gagal menyimpan pengaturan jam kerja.

Baca : 25 Hal yang Harus Dikerjakan di Simpatika Semester Genap

Namun intinya, pengaturan jam kerja GTK di layanan Simpatika adalah seperti yang diuraikan di atas. Silakan dicoba untuk dilakukan pengaturan hingga nantinya kolom "Data Jam Kerja GTK" di halaman keaktifan Kepala Madrasah akan berwarna hijau dan Kepala Madrasah pun dapat mencetak S25a (Keaktifan Kolektif).

Friday, February 21, 2020

Melihat Tampilan Analisa Tunjangan Terbaru Linier Sertifikat dan Ijazah

Setelah mengalami pemunduran jadwal beberapa kali, akhirnya pada Jumat (21/02/2020) malam, fitur Analisa Kelayakan Tunjangan di layanan Simpatika dapat dilihat dan diakses. Sebenarnya, pada tanggal 8 Februari silam, fitur ini pun sudah tampil. Namun entah kenapa, beberapa jam kemudian, fitur analisa tunjangan kembali lagi ditutup.

Analisa Kelayakan Tunjangan sendiri merupakan salah satu fitur dalam layanan Simpatika yang fungsi utamanya adalah melakukan perhitungan jam mengajar dan linieritasnya bagi setiap PTK. Hitungan ini didasarkan pada beberapa indikator pemutakhiran data yang dilakukan setiap awal semester. Hasilnya adalah layak tidaknya seorang PTK menerima tunjangan profesi guru (TPG).

Analisa kelayakan Simpatika

Mengingat pentingnya fitur ini, tidak mengherankan jika fitur analisa kelayakan tunjangan senantiasa ditunggu-tunggu acap kali operator madrasah atau Kepala Madrasah melakukan pengisian jadwal mengajar mingguan dan pembagian tugas lainnya di suatu madrasah.

Dibandingkan dengan semester sebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok dalam Analisa Kelayak Tunjangan kali ini. Yang pertama adalah tertera status verval Ijazah S1/D4. Wajar karena prodi dalam ijazah S1/D4 nantinya akan menjadi salah satu penentu linier atau tidaknya mata pelajaran yang diampu seorang guru. Dan linieritas tersebut akan tercantum dalam Analisa Tunjangan ini.

Yang kedua adalah munculnya parameter ijazah dan sertifikat pendidik sebagai penghitung linier tidaknya mata pelajaran yang diampu seorang guru. Pada semester sbelumnya, parameter yang digunakan hanya kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan sertifikat pendidik (NRG).

Tampilan Analisa Kelayakan Tunjangan di Simpatika terbaru secara lengkap dapat ditonton dalam video sebagai berikut.


Video tampilan Analisa Kelayakan Tunjangan di Simpatika ini direkam oleh Ayo Madrasah pada sekitar pukul 20.00 WIB malam ini.

Baca Juga:

Dari tayangan video tersebut bisa dilihat hal-hal yang baru ataupun yang berbeda pada tampilan Analisa Kelayakan Tunjangan pada layanan Simpatika semester ini.

Thursday, February 20, 2020

Download Aplikasi Feeder Emis 1.0 Update 18-02-2020

Tim Emis Pusat merilis versi update Aplikasi Feeder Emis Versi 1.0.0 Release Date 18022020 atau 18 Februari 2020. Dalam release terbaru ini terdapat beberapa perbaikan pada Aplikasi Feeder Emis berdasarkan kendala-kendala yang ditemui di lapangan.

Karena hanya merupakan minor update, tidak ada perubahan yang signifikan pada aplikasi pengedit data Emis Madrasah secara offline ini.

Aplikasi Feeder Emis 1.0 Update 18-02-2020

1. Yang Baru Pada Versi Release 18022020


Sayangnya, dari laman resmi Dasbord Emis, tempat mengunduh aplikasi ini, tidak disebutkan perbaikan dan perubahan apa saja yang terdapat pada Aplikasi Feeder Emis Versi 1.0.0 Release Date 18022020 ini. Ayo Madrasah hanya merangkumnya berdasarkan ujicoba singkat.

Berdasarkan hasil ujicoba yang dilakukan oleh Ayo Madrasah, beberapa perubahan dan perbaikan kecil yang didapati dalam Aplikasi Feeder Emis Versi 1.0.0 Release Date 18022020 ini antara lain:

1. Perbaikan dan Penambahan Data Wilayah yang Kurang
Pada versi sebelumnya, beberapa nama kecamatan tidak ditemukan pilihannya ketika diklik. Pada versi release kali ini dilakukan perbaikan dan penambahan.

2. NIS Lokal Dapat Diedit
Pada versi sebelumnya NIS Lokal Siswa termasuk sebagai kolom yang dikunci isiannya sehingga tidak dapat dilakukan pengeditan, jika terjadi kesalahan.

3. Perbaikan Data Ruangan
Pada versi sebelumnya, saat unduh data lampau sarana dan prasarana, kerap didapati jumlah ruangan yang melebihi kenyataan. Termasuk beberapa ruangan yang tidak dimiliki ikut terdata. Dalam versi ini tampaknya dilakukan perbaikan sehingga ruangan-ruangan yang dihsailkan dari unduh data lampau lebih sesuai dengan isian pada semester sebelumnya

4. Nama Siswa Bisa Pakai Tanda Baca
Pada versi sebelumnya, setiap kali mengedit data siswa yang namanya mengandung tanda baca (koma atas atau titik dan sebagainya) akan gagal tersimpan dan muncul peringatan "Isi dengan huruf saja". Pada versi release kali ini telah dilakukan perbaikan sehingga dapat menyimpan data siswa meski pada nama siswa tersebut mengandung tanda baca.

Jangan mengharapkan adanya fitur tambah siswa dan menghapus siswa pada Aplikasi Feeder Emis versi ini. Karena transaksi tambah baru, mutasi, dan hapus siswa dan PTK harus dilakukan secara online melalui Feeder Monitor dengan persetujuan admin tingkat Kab/Kota.

Jika pembaca menemukan fitur-fitur perbaikan lainnya pada versi realease kali ini, silakan tinggalkan komentar di bawah.

2. Unduh AFE Versi 1.0.0 Release Date 18022020


File Aplikasi Feeder Emis Versi 1.0.0 Release Date 18022020 dapat diunduh dilaman Emis Dashboard, sama seperti sebelumnya. Kunjungi laman http://emispendis.kemenag.go.id/ lalu klik menu Unduhan kemudian lihat daftar unduhan yang ada di bagian bawah, klik pada "Aplikasi Feeder EMIS (AFE) Versi 1.0 (Update 18022020)"

Dapat juga langsung mengunjungi url sebagai berikut: http://emispendis.kemenag.go.id/dashboard/?content=aplikasi

Jika tidak dapat diunduh melalui laman resmi Emis, Ayo Madrasah telah menyiapkan backup berupa mirror link download. Pilih pada daftar unduhan yang ada DI SINI

Baca:

3. Pemasangan AFE Versi 1.0.0 Release Date 18022020


Untuk memasang versi release date ini, sama seperti pemasangan versi sebelumnya. Intinya lakukan ekstrak, klik dua kali file "emis.exe" hasil ekstrak, lakukan login pertama (awal) secara online (tersambung internet), dan lakukan "unduh Data Lampau".

Baca: 5 Tahapan Pendataan Melalui Aplikasi Feeder Emis

Bagi yang sebelumnya sudah melakukan pengeditan data menggunakan versi sebelumnya, jika dilakukan "Unduh Data Lampau" kembali maka data yang telah diedit akan kembali lagi seperti data awal.

Karena itu bagi yang sudah melakukan pengeditan dan tidak ingin hasil kerjaannya hilang tidak perlu melakukan Unduh Data Lampau, melainkan cukup mengopy isi folder "Data" di AFE lama dan paste-replace ke folder "Data" AFE yang baru. langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Ekstrak AFE terbaru dalam folder tersendiri (beri nama yang berbeda dengan folder AFE yang lama)
  2. Buka AFE lama, buka folder "mysql"
  3. Copy folder "data"
  4. Buka AFE baru, buka folder "mysql"
  5. Paste, saat muncul peringatan replace, lakukan replace file.

Dengan cara tersebut, tampa unduh data lampau aplikasi telah terisi dengan data sebagaimana pada AFE sebelumnya. Dan Aplikasi Feeder Emis Versi 1.0 Update 18-02-2020 siap digunakan.

Tuesday, February 18, 2020

Syarat dan Mekanisme Ajuan Tunjangan Insentif Guru

Syarat dan mekanisme pengajuan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS telah diajur secara jelas dalam Juknis Tunjangan Insentif Guru RA dan Madrasah yang diterbitkan tiap tahunnya. Syarat maupun kriteria guru yang berhak menerima, tidak berbeda jauh dari tahun ke tahun. Mekanisme pengajuan maupun pencairannya juga sama.

Namun karena sobat Ayo Madrasah masih banyak yang menanyakan, maka kali akan diuraikan lebih mendalam dalam artikel tentang syarat dan mekanisme ajuan Tunjangan Insentif bagi guru bukan Pegawai Negeri Sipil pada RA dan Madrasah. Isi artikel ini didasarkan pada regulasi terbaru, yakni Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Nomor 7382 Tahun 2019 Tentang Juknis Pemberian Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil pada Madrasah Tahun 2020.

Syarat Penrima Tunjangan Insentif

Tunjangan Insentif merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) dan bukan penerima Tunjangan Profesi Guru, yang bertugas di madrasah. Baik pada RA dan Madrasah yang diselenggarakan pemerintah (madrasah negeri) maupun oleh masyarakat (madrasah swasta).

Tunjangan ini lahir didasari atas terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Dimana di dalamnya terdapat ketentuan yang menghapus tunjangan fungsional. Namun Kementerian Agama memandang perlu tetap mempertahankan tunjangan tersebut, hanya saja kemudian berganti nama menjadi Tunjangan Insentif. Sebagai landasan hukum, diterbitkanlah KMA Nomor 1 Tahun 2018.

1. Sasaran dan Kriteria Guru Penerima Tunjangan Insentif


Sasaran pemberian tunjangan insentif ini adalah guru RA dan Madrasah yang bukan PNS, CPNS, maupun PPK, baik pada Kementerian Agama maupun instansi lain.

Penerimanya harus memenuhi kesemua kriteria dan persyaratan sebagai berikut:

  1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/ MAK dan terdaftar di program Simpatika 
  2. Belum lulus sertifikasi guru
  3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  4. Mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama
  5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah dan/atau Kepala Madrasah Negeri untuk jangka waktu paling singkat 2 (dua) tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai Guru
  6. Memenuhi Kualifikasi Akademik S-1 atau D-IV
  7. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya
  8. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama
  9. Belum usia pensiun
  10. Tidak beralih status dari guru pada RA dan Madrasah
  11. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah
  12. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif


Syarat dan kriteria tersebut diatas, sebagian besar didasarkan pada isian dan pemutakhiran data pendidik melalui layanan Simpatika (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama).

Aktif mengajar di RA atau Madrasah dan terdaftar di program Simpatika berarti guru tersebut harus aktif, yakni mengaktifkan akun dan mencetak kartu Simpatika setiap awal semester.

Sedang terkait kepemilikan NPK (Nomor Pendidik Kemenag) pun didasarkan pada pemutakhiran di layanan Simpatika. Yang mana, untuk dapat memperolehnya seorang guru harus memenuhi persyaratan: (1) memiliki PegID bintang 4 di layanan Simpatika, (2) memiliki kualifikasi pendidikan minimal D4/S1 atau tercatat telah mengajar selama 20 tahun, (3) mengajar di satminkal pada madrasah/RA di naungan Kementerian Agama sekurang-kurangnya 2 tahun, dan (4) memiliki riwayat mengajar 4 semester secara berurutan dalam dua tahun terakhir.

Baca: Syarat Mendapatkan NPK

Kelayakan seorang guru untuk mendapatkan Tunjangan Insentif dapat dilihat di layanan Simpatika pada akun masing-masing. Pada menu "Tunjangan Insentif GBPNS" sistem akan memvalidasi status kelayakan seorang guru untuk mendapatkan Tunjangan Insentif. Validasi didasarkan atas isian dan pemutakhiran data yang dilakukan PTK dan Madrasah terhadap indikator-indikator kelayakan yang berdasar pada syarat dan kriteria penerima tunjangan.

Syarat dan Mekanisme Tunjangan Insentif Guru


Jika muncul peringatan "Maaf, (nama guru), Anda belum berhak untuk mengajukan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS, berarti yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dan kriteria sebagai penerima tunjangan.

2. Mekanisme dan prosedur Pengajuan Penerima Tunjangan Insentif


Secara garis besar, mekanisme dan prosedur yang harus dilalui oleh PTK untuk mengajukan sebagai penerima Tunjangan Insentif adalah sebagai berikut.

Kepala RA dan Madrasah mengusulkan guru-guru yang memenuhi persyaratan dan kriteria tersebut di atas sebagai calon penerima Tunjangan Insentif ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Format surat usulan dapat dilihat di Juknis Pencairan Tunjangan Insentif. Selain itu, pengajuan harus dilengkapi dengan:
  1. Bukti keaktifan di Simpatika berupa Form S25A atau Kartu Simpatika
  2. SK sebagai Guru Tetap
  3. Surat Keterangan Mengajar dan Jadwal Mengajar
  4. Fotocopy S1/D4
  5. Surat Pernyataan Kinerja

Kantor Kemenag Kab/Kota melakukan verifikasi terhadap usulan tersebut. Verifikasi juga didasarkan pada hasil validasi yang dilakukan by system oleh Simpatika.

Bagi guru yang berhak menrima tunjangan, login ke akun Simpatika miliknya untuk melakukan ajuan kelayakan menerima Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan PNS (GBPNS). PTK mengisi nomor rekening bank dan mengunggal file scan buku rekening kemudian mencetak S39a. Kantor Kemenag Kab/Kota akan menerbitkan status ajuan disetujui atau ditolak yang dapat dilihat di akun Simpatika PTK yang bersangkutan.

Syarat dan Mekanisme Tunjangan Insentif Guru

Beberapa Kabupaten/Kota, untuk efisiensi, menyatukan kedua tahap tersebut di atas. Jadi hanya guru yang berdasarkan validasi sistem Simpatika berstatus layak yang kemudian diajukan.

Demikian terkait dengan syarat dan mekanisme pengajuan Tunjangan Insentif bagi guru RA dan Madrasah.

Cara Menghapus Siswa di Emis Feeder dan Monitor

Cara menghapus siswa di aplikasi Feeder Emis dan di Feeder Monitor pada pendataan Emis Semester Genap Tahun 2020. Bagi sebagian operator madrasah memang terasa sulit dan membingungkan. Maklum dengan aplikasi yang baru, tentu banyak prosedur dan tata cara yang juga baru. Termasuk prosedur dan tata cara menghapus siswa yang sudah tidak aktif lagi.

Hal ini ditambah dengan tidak adanya panduan resmi yang menggambarkan cara menghapus siswa secara mendetail, langkah perlangkah. Sehingga akhirnya para operator harus berimprovisasi sendiri berdasarkan pengalaman dan keahlian masing-masing. Bisa jadi, tata cara yang akan diuraikan oleh Ayo Madrasah, kelak akan mengalami perubahan urutan maupun prosedur.

Baca: Cara Download dan Instal Aplikasi Feeder Emis

Hapus Siswa di Feeder Emis

Apalagi, dalam beberapa kasus, saat operator madrasah melakukan pengunduhan data lampau dari server emis pusat ke Aplikasi Feeder Emis (Offline) madrasah masih-masing dijumpai penambahan jumlah siswa. Beberapa pembaca Ayo Madrasah melaporkan bahwa terdapat penambahan siswa pada hasil download data lampau. Siswa yang pada semester sebelumnya sudah dilaporkan putus sekolah ternyata masih tetap masuk kembali. Bahkan beberapa nama siswa yang tidak dikenal ikut masuk ke Aplikasi Feeder Emis. Mau tidak mau, operator harus menghapus siswa-siswa 'siluman' tersebut.

Baca: Solusi Feeder Emis Tidak Bisa Login

Bagaimana cara dan prosedur dalam menghapus siswa dari Aplikasi Feeder Emis tersebut?

Beberapa pihak menyarankan untuk menggunakan Aplikasi Feeder Emis edisi Desember 2019. Pada aplikasi versi tersebut memang terdapat tombol untuk menghapus siswa. Namun teknik ini tidak disarankan Ayo Madrasah. Karena tim emis pusat sendiri menyarankan menggunakan aplikasi versi terbaru dimana, menu hapus siswa ditiadakan. Dengan alasan guna menjaga kevalidan database di server Emis, maka mutasi, tambah, dan hapus siswa dan PTK harus dilaksanakan secara online dengan persetujuan jenjang lebih atas (Admin Kab/Kota).

Baca:  5 Tahapan Pendataan Melalui Aplikasi Feeder Emis

Prosedur dan Cara Menghapus Siswa di Emis


Untuk menghapus siswa-siswa yang tidak aktif, cara dan prosedur yang harus dilakukan oleh operator emis madrasah adalah sebagai berikut:

  1. Mengerjakan pengolahan data melalui Aplikasi Feeder Emis, mulai tahapan dari pemasangan aplikasi, login awal, import data awal, hingga pemutakhiran data.
  2. Setelah semua data lengkap, lakukan sinkronisasi data akhir melalui Aplikasi Feeder Emis. 
  3. Buka laman Feeder Monitor di alamat http://emisdep.kemenag.go.id/madrasah_emis/monitor
  4. Pastikan indikator Progres Sinkron Feeder, di halaman Depan Feeder Monitor, sudah berwarna hijau (menandakan sinkron sudah berhasil)
  5. Klik tab "Siswa" di bagian bawah indikator Progres Sinkron Feeder. Akan muncul daftar dan data siswa yang berhasil disinkronkan.
  6. Cari nama siswa yang akan dihapus dengan cara mengetikkan nama di kolom pencarian (di sebelah kanan tengah)
  7. Jika sudah ketemu, klik tulisan "Aktif" di ujung kanan nama siswa tersebut
  8. Hapus Siswa di Feeder Emis
  9. Muncul jendela "Non Aktif Data"
  10. Klik tombol "Non Aktif"
  11. Data akan terkirim ke Feeder Emis Monitor tingkat kabupaten/Kota untuk mendapat persetujuan. Pada Feeder Emis Monitor Madrasah, tulisan Aktif akan berubah menjadi "[Non Aktif] Menunggu Persetujuan"
  12. Hapus Siswa di Feeder Emis
  13. Hubungi admin emis tingkat Kab/Kota, lengkapi persyaratan yang ditentukan jika dibutuhkan.
  14. Setelah disetujui Admin Kab/Kota, maka data siswa yang bersangkutan akan hilang dari Feeder Emis Monitor

Dengan langkah-langkah tersebut di atas, siswa yang nonaktif akan dapat dihapus dari data Emis.

Namun, ketika melakukan nonaktif siswa, pastikan data dalam Aplikasi Feeder Emis (Offline) sudah benar semua. Karena jika masih terdapat data yang salah dan kelak kemudian melakukan sinkronisasi kembali, maka data siswa yang telah dinonaktifkan tersebut akan muncul kembali dalam Feeder Emis Monitor (Online). Tampaknya menu sinkronisasi hanya melakukan sinkronisasi searah, dari Aplikasi Offline ke Apliaksi Online.

Pun ketika Aplikasi Feeder Emis (Offline) melakukan import data lampau kembali, maka data yang terunduh akan kembali lagi seperti data awal, sebelum dilakukan sinkronisasi.

Tampaknya perlu dilakukan pembenahan terkait dengan sinkron dan import data, sehingga ketika terjadi transaksi mutasi, hapus, dan tambah siswa, antara aplikasi offline dan online dapat tersinkronkan dengan baik.

Itulah tentang tata cara dan prosedur melakukan nonaktif atau hapus siswa dari Aplikasi Emis Feeder

Monday, February 17, 2020

Juknis Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS 2020

Juknis Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS (GBPNS) Tahun 2020 resmi diluncurkan sebagai dasar regulasi pemberian tunjangan insentif bagi guru bukan Pegawai Negeri Sipil pada madrasah di tahun 2020. Adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Nomor 7382 Tahun 2019 tertanggal 31 Desember 2019.

Ini juga berarti memastikan diberikannya kembali Tunjangan Insentif kepada guru Non-PNS di RA dan Madrasah. Di mana progran pemberian tunjangan ini pertama kali diluncurkan pada 2018 silam sebagai pengganti program sejenis yang bernama Tunjangan Fungsional.

Juknis Tunjangan Insentif 2020

Tunjangan insentif adalah tunjangan yang diberikan kepada guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) yang bertugas di madrasah. Baik pada RA dan Madrasah yang diselenggarakan pemerintah (madrasah negeri) maupun oleh masyarakat (madrasah swasta). Tujuan pemberian tunjangan insentif adalah guna meningkatkan kesejahteraan guru swasta, sehingga akan meningkatkan motivasi dan kinerjanya dalam melaksanakan tugas. Pada akhirnya, tentu demi peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan prestasi peserta didik di RA dan Madrasah.

Tunjangan Insentif diberikan pertama kali pada tahun anggaran 2018. Hal ini berangkat pada dihapuskannya tunjangan fungsional seiring dengan pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Namun Kementerian Agama menganggap tunjangan bagi guru-guru bukan pegawai negeri masih sangat diperlukan. Oleh karena itu, Kemenag memunculkan tunjangan baru dengan nama tunjangan insentif guru bukan pegawai negeri. dasar hukum istilah ini adalah KMA Nomor 1 Tahun 2018 entang Insentif Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil.

1. Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS


Penyaluran tunjangan insentif tahun 2020 tidak terlalu berbeda jauh dengan juknis sebelumnya. Berdasarkan bacaan yang Ayo Madrasah lakukan terhadap SK Ditjen Pendis Nomor 7382 Tahun 2019 Tentang Juknis Pemberian Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil pada Madrasah Tahun 2020.

Sasaran dan kriteria penerima Tunjangan Insentif berdasarkan juknis Tunjangan Insentif 2020 adalah sebagai berikut:
  1. Berstatus sebagai guru RA dan Madrasah
  2. Bukan PNS, bukan CPNS, dan bukan PPPK baik pada Kemenag maupun instansi lain
  3. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/ MAK dan terdaftar di program Simpatika (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama)
  4. Belum lulus Sertifikasi
  5. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  6. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama
  7. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah/Pemerintah Daerah dan/atau Kepala Madrasah Negeri untuk jangka waktu paling singkat 2 (dua) tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai Guru
  8. Memenuhi Kualifikasi Akademik S-1 atau D-IV
  9. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya
  10. Bukan penerima bantuan sejenis yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama
  11. Belum usia pensiun
  12. Tidak beralih status dari guru pada RA dan Madrasah
  13. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain RA/Madrasah
  14. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau Jegislatif

Dalam syarat diatas salah satunya disebutkan harus terdaftar aktif dalam layanan Simpatika. Simpatika nantinya juga akan melakukan validasi kelayakan seorang guru dalam menerima tunjangan ini. Tentu berdasarkan beberapa indikator kriteria sebagaimana tersebut diatas. Validasi dan pengajuan Tunjangan Insentif ini terdapat dalam menu Tunjangan Insentif GBPNS di setiap akun PTK di layanan Simpatika.

Masing-masing guru penerima akan menerima tunjangan insentif guru sebesar Rp.250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang per bulan selama tahun 2020. Pembayaran akan dilakukan secara periodik langsung ke rekening penerima.

Baca Juga: Juknis TPG Madrasah Tahun 2020

2. Unduh Juknis Tunjangan Insentif Guru Tahun 2020


Sebagai dasar hukum dan pedoman pemberian Tunjangan Insentif GBPNS, sila unduh dan baca petunjuk teknis sebagaimana di bawah ini.
  • SK Ditjen Pendis Nomor 7382 Tahun 2019 Tentang Juknis Pemberian Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil pada Madrasah Tahun 2020, UNDUH DI SINI (4 MB)

Secara besaran nominal, pemberian Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS memang masih jauh dari harapan. Namun setidaknya ini menjadi bukti perhatian dari Kementerian Agama atas keberadaan guru bukan PNS yang belum terjaring sertifikasi guru. Karena itu, sila gunakan juknis tunjangan insentif guru tahun 2020 untuk tata kelola tunjangan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Thursday, February 13, 2020

Solusi Feeder Emis Tidak Bisa Login

Seiring berjalankan pendataan melalui Aplikasi Feeder Emis, dijumpai beberapa kasus dan permasalahan. Salah satu kendala yang kerap dikeluhkan oleh para operator, adalah tidak bisa login saat membuka Aplikasi Feeder Emis pertama kali. Jendela aplikasi hanya berwarna hitam dengan tulisan Please Wait..., dan tidak mau membuka menu login. Kalaupun terbuka, username dan password yang dimasukkan terdeteksi salah.

Solusi Feeder Emis Tidak Bisa Login

Baca Juga: Cara Download dan Instal Aplikasi Feeder Emis

Berikut ini permasalahan berserta solusi untuk kasus-kasus terkait tidak bisa login di Aplikasi Feeder Emis.

1. Menu Login Tidak Mau Muncul


Tidak Bisa Login Feeder Emis

Permasalahan pertama yang kerap Ayo Madrasah jumpai disampaikan oleh operator madrasah adalah ketika aplikasi dibuka, halaman login tidak mau muncul. Layar hanya menampilkan loading berupa jendela berwarna hitam dengan tulisan Please Wait. Meski telah ditunggu hingga beberapa lama, layar tetap tidak mau berubah menampilkan halaman login.

Solusi untuk mengatasi kendala ini, operator emis madrasah harus memastikan beberapa hal berikut ini.

Pertama, saat membuka Aplikasi Feeder Emis untuk yang pertama kali, pastikan terkoneksi dengan jaringan internet. Jaringan internet ini nantinya dibutuhkan untuk melakukan sinkronisasi awal, berupa mengunduh data user dan lembaga berdasarkan username.

Kedua, jika kendala tersebut tidak teratasi, tutup atau close aplikasi, kemudian jalankan kembali emis.exe. Jadi apabila aplikasi melakukan loading terus-menerus dan tampilan berwarna hitam dengan tulisan please wait tidak mau berubah menjadi menu login, klik saja tombol silang (x) yang ada di pojok kanan atas. Setelah ditutup, buka kembali aplikasi dengan mengklik dua kali (klik kanan >> open) file emis.exe.

Dengan melakukan kedua langkah di atas, seharusnya kini Aplikasi Feeder Emis dapat terbuka dengan lancar, ditandai dengan munculnya menu login.

Baca Juga: 5 Tahapan Pendataan Melalui Aplikasi Feeder Emis

2. Gagal Login Karena Password Salah


Password Feeder Emis Salah

Kendala kedua adalah email dan password yang dimasukkan dianggap salah, sehingga aplikasi tidak mau terbuka.Padahal email dan password tersebut diyakini telah benar oleh operator. Jika mengalami kendala semacam ini, silakan hubungi admin Emis tingkat Kabupaten/Kota untuk dilakukan reset akun emis.

Setelah direset silakan login kembali. Jika masih dianggap salah, hapus aplikasi seluruhnya (termasuk folder mysql) lalu ekstrak (pasang ulang) dari file APE yang masih berupa RAR.

Username dan password yang digunakan untuk mengakses Aplikasi Feeder Emis adalah username dan pssword yang sama seperti yang biasanya digunakan dalam membuka Emis Madrasah Online pada semester sebelumnya.

Baca : Solusi Tidak Bisa Login Emis Online

3. Kolom Login Tidak Bisa Diisi


Kendala berikutnya adalah kolom untuk menuliskan email dan password pada jendela login tidak dapat diisi.

Solusi atas permasalahan isi sangat mudah. Klik saja area di luar jendela Feeder Emis Madrasah atau klik tombol minimize (tanda "-"), lalu buka lagi jendela Feeder Emis. Setelah itu silakan klik pada kolom pengisian email dan password.

Kalau masih bingung, tonton video tutorial berikut ini


Itulah kendala dan solusi terkait tidak bisa login ke Aplikasi Feeder Emis. Semoga dengan pemaparan solusi di atas, kendala-kendala yang kerap dijumpai operator emis di lapangan ini dapat teratasi, sehingga pendataan Emis semester genap 2019/2020 berjalan dengan lancar.

Wednesday, February 12, 2020

5 Tahapan Pendataan Melalui Aplikasi Feeder Emis

Tahapan pendataan Emis melalui Aplikasi Feeder Emis (AFE), secara garis besar dapat dikelompokkan dalam lima tahap. Meski dalam prosedur pendataan melalui Aplikasi Feeder Emis sebagaimana dibagikan di laman Emis Dashboard, diperinci menjadi tujuh tahapan. Dan kelima tahap ini, musti dipahami dan dikerjakan dengan baik sehingga updating data Emis Semester Genap Tahun 2019/2020 dapat berjalan dengan sukses.

Sebagaimana diulang dalam artikel Ayo Madrasah terdahulu (Baca: Aplikasi Feeder Emis (AFE) Resmi Diluncurkan), mulai semester ini pendataan Emis Madrasah akan beralih dari yang semula menggunakan aplikasi berbasis online, Emis Madrasah, menjadi aplikasi berbasis web komputer lokal, Aplikasi Feeder Emis.

Tahapan Pendataan Melalui Aplikasi Feeder Emis

Berdasarkan ujicoba singkat yang dilakukan oleh Ayo Madrasah, setiap lembaga harus melalui lima tahapan pendataan dalam menggunakan Aplikasi Feeder Emis ini. Kelima meliputi login awal, import data awal, pendataan, sinkronisasi, dan berita acara pendataan.

Ini dengan asumsi setiap lembaga telah memiliki Aplikasi Feeder Emis dan berhasil menginstalnya ke komputer lokal. Untuk tata cara mengunduh dan instalasi, sila baca: Cara Download dan Instal Aplikasi Feeder Emis

1. Login Awal


Login Awal Feeder Emis

Login Awal ini menjadi tahapan pertama yang harus dilakukan dalam rangka melakukan sinkronisasi data user (lembaga) antara Aplikasi Feeder Emis dengan server Emis. Oleh karena itu, pada tahap ini, proses login harus dilakukan dalam kondisi komputer terhubung dengan jaringan internet. Login Awal ini ditandai dengan adanya tombol "Get Data and Login" di bagian bawah isian username dan password. Sedang untuk login berikutnya tombolnya berubah menjadi "Login"

Ketika operator memasukkan username dan password untuk login awal, Aplikasi Feeder Emis akan melakukan pencocokan dan mengunduh data user yang meliputi akun operator dan data lembaga dari server pusat Emis.

Jika berhasil, login awal (dimana komputer harus dalam kondisi online) hanya cukup dilakukan sekali.

Jika menemui kendala saat login awal, seperti halaman login yang tidak mau terbuka atau username dan password yang dimasukkan dianggap salah, sila baca: Solusi Tidak Dapat Login ke Feeder Emis.


2. Import Data Awal


Import Data Feeder Emis

Setelah berhasil login yang pertama kali, tahap berikutnya adalah melakukan import data awal sebagai dasar pendataan. Data awal ini meliputi siswa, guru dan tenaga kependidikan, dan sarana dan prasarana. Karena mengunduh data, maka pada tahap ini komputer yang terpasangi AFE harus terkoneksi pada jaringan internet.

Saat pertama kali digunakan, data pada dashboard Aplikasi Feeder Emis masih kosong kecuali data user (kelembagaan). Karena itu operator harus melakukan unduh data (sinkronisasi data awal) dari data yang telah tersimpan sebelumnya di server Emis. Pengalaman Ayo Madrasah, tahap ini tidak membutuhkan waktu yang lama, data seratusan siswa berhasil diunduh dalam hitungan detik.

Untuk melakukan import data awal, caranya cukup mudah. Klik menu "Data Lampau" yang terdapat di sidebar hingga terbuka pilihan submenu Import Siswa, Import GTK, dan Import Sarpras. Klik tulisan "Execute!" yang terdapat di bawah masing-masing submenu. Tunggu proses loading hingga muncul kotak notifikasi yang menerangkan jumlah seluruh data, jumlah data yang berhasil diunduh, dan jumlah data yang gagal terunduh. Klik tombol OK.

Untuk melihat data apa saja yang berhasil terunduh, klik menu dan submenu terkait dengan Peserta Didik, GTK, dan Sarpras. Atau dapat juga dilihat ringkasannya di halaman Beranda.

Data awal terkait siswa, GTK, dan sarpras ini kemudian yang akan menjadi obyek pemutakhiran data emis.

Tahap import data awal ini cukup dilakukan sekali saja. Kecuali jika lembaga melakukan transaksi (pemutakhiran data) terkait dengan mutasi siswa atau GTK dan penambahan atau hapus data. Dimana transaksi terkait mutasi siswa dan GTK harus dilakukan dulu secara online melalui Feeder Monitor.

3. Pemutakhiran Data


Setelah data awal terunduh, tahapan ketiga, pemutakhiran data, dapat dilaksanakan secara full offline, tanpa terkoneksi ke jaringan internet.

Pada tahap pendataan ini, operator emis madrasah, melakukan pemutakhiran data awal yang telah diunduh sebagaimana pada tahap sebelumnya. Pemutakhiran ini meliputi kegiatan melengkapi, memperbaiki, termasuk update kenaikan kelas. Jenis data yang dilakukan pemutakhiran meliputi data kelembagaan, siswa, GTK, dan sarana prasarana.

Data kelembagaan meliputi data umum, lokasi, jarak, perizinan, KKM, penyelenggara, dan BOS. Lakukan pemutakhiran jika terdapat data yang kurang, salah, atau terdapat perubahan. Untuk menyimpan perubahan yang dilakukan, klik tombol "Update"

Data siswa dapat diedit melalui menu Peserta Didik. Perubahan terkait data siswa dapat diedit melalui submenu Siswa Aktif. Caranya adalah:
  1. klik tombol "Action" yang terdapat di ujung kanan baris siswa yang bersangkutan. 
  2. Akan terbuka halaman "Form Edit Siswa". 
  3. Lakukan edit dengan mengisi, mengganti isian, atau menghapus pada kolom-kolom yang berwarna putih. 
  4. Kolom isian yang berwarna abu-abu, tidak dapat diedit. 
  5. Untuk membuka submenu lainnya, klik pada nama submenu. 
  6. Akhiri dan simpan perubahan dengan mengklik tombol "Update".
Untuk mutasi keluar dan masuk, eksekusi pada Aplikasi Feeder Emis dilakukan setelah transaksi mutasi secara online melalui Feeder Monitor.

Cara yang sama dilakukan juga terhadap data GTK dan sarana prasarana.

4. Sinkronisasi Data Akhir


Sinkronisasi Aplikasi Feeder Emis

Tahap keempat dalam pengelolaan Emis melalui Aplikasi Feeder Emis adalah Sinkronisasi Data Akhir, yakni mengirim data hasil pemutakhiran ke server pusat Emis kembali. Tahap ini dilaksanakan secara online sehingga komputer yang digunakan harus terkoneksi dengan sambungan internet.

Untuk melakukan sinkronisasi data akhir, klik menu sinkronisasi pada sidebar lalu klik "Execute!" pada masing-masing jenis sinkronisasi yang meliputi sinkronisasi lembaga, siswa, GTK, dan sarpras.

Tentunya sebelum melakukan tahap singkronisasi data akhir ini, operator emis telah memastikan semua data yang diinput telah valid. Meskipun sistem memungkinkan untuk dilakukan sinkronisasi lebih dari sekali, selama masa pendataan belum berakhir atau sebelum operator mencetak Berita Acara Pendataan.

Hasil dari proses sinkronisasi ini dapat dicek di laman Feeder Emis Monitor, dengan alamat http://emisdep.kemenag.go.id/madrasah_emis/monitor/. Untuk login, gunakan username dan password sebagai mana yang digunakan di AFE atau Emis Online.

Dimungkinkan setelah operator madrasah melakukan prosedur sinkronisasi, ternyata terdapat perubahan data kembali atau data salah yang harus diedit ulang melalui Aplikasi Feeder Emis. Dalam kondisi seperti itu dapat dilakukan perubahan data kembali kemudian dilakukan prosedur sinkronisasi dara akhir kembali. Hal ini bisa dilakukan selama operator belum mencetak Berita Acara Pendataan, atau masa pendataan belum berakhir (ditutup), atau tentunya, koneksi ke server Emis Pusat dibuka.

5. Berita Acara Pendataan


Feeder Emis Monitor

Tahap terakhir, Berita Acara Pendataan, menandai proses pendataan Emis Semester Genap 2019/2020 selesai. Operator madrasah telah melakukan sinkronisasi data akhir dan menyakini data telah valid dan tidak terjadi perubahan kembali.

Sebelum mencetak dan mengupload Berita Acara Pendataan, pada laman Feeder Emis Monitor lakukan pengecekan ulang data yang terkirim melalui proses sinkronisasi data akhir. Jika telah valid lakukan konfirmasi data dan Cetak-Upload Berita Acara. Setelah Berita Acara Pendataan, akses untuk melakukan sinkronisasi data antara Aplikasi Feeder Emis dengan server Emis pusat akan ditutup.

Berita Acara Pendataan dapat diunduh melalui laman Feeder Emis Monitor.


Demikian lima tahapan yang harus dilalui oleh operator emis madrasah dalam melakukan updating Emis Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020. Dengan memperhatikan lima tahapan pendataan melalui Aplikasi Feeder Emis ini diharapkan para operator dapat melakukan updating dengan lancar dan sukses.