Saturday, October 19, 2019

Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2019

Jika sebelumnya Ayo Madrasah membagikan Sambutan Pembina Upacara pada Upacara Hari Santri 2019, maka kali ini ganti "Amanat Pembina Upacara Dalam Upacara Hari Santri Nasional 2019". Keduanya merupakan teks sambutan dan amanat dalam peringatan Hari Santri Tahun 2019.

Bedanya, yang pertama merupakan teks sambutan dari Menteri Agama Republik Indonesia, sedang yang kedua merupakan teks amanat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober 2019.

Sambutan Pembina Upacara dalam Upacara Hari Santri 2019, berdasar teks sambutan Menteri Agama dapat dibaca dan diunduh melalui artikel: Sambutan Pembina Upacara Hari Santri 2019

Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2019

Baca Juga:



1. Amanat Ketua Umum PBNU Pada Peringatan Hari Santri 2019


Amanat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Pada Peringatan Hari Santri 2019, teks lengkapnya adalah sebagai berikut:

AMANAT
KETUA UMUM PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA
PADA PERINGATAN HARI SANTRI TANGGAL 22 OKTOBER 2019


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا 
ومولانا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

أما بعد

Hari ini tahun keempat Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Setelah sebelumnya peran kaum santri diakui negara melalui Kepres No. 22 Tahun 2015 tentang Penetapan Tanggal 22 Oktober sebagai HARI SANTRI, tahun ini kaum santri kembali mendapat penguatan negara melalui pengesahaan UU Pesantren. Diharapkan melalui UU ini, santri dan pendidikan pesantren dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara melalui fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Di tengah revolusi gelombang keempat (4.0), santri harus kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai lama yang baik. Santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai Muslim yang berakhlakul karimah, yang hormat kepada kiai dan menjanjung tinggi ajaran para leluhur, terutama metode dakwah dan pemberdayaan Walisongo. Santri disatukan dalam asâsiyât (dasar dan prinsip perjuangan), khalqiyat (jati diri), dan ghâyat (tujuan).

Dasar perjuangan santri adalah memperjuangkan tegak lestarinya ajaran Islam Ahlussunnah Waljama’ah, yaitu Islam bermadzhab. Di tengah kampanye Islam anti-madzhab yang menggemakan jargon kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis, santri dituntut untuk cerdas mengembangkan argumen Islam moderat yang relevan, kontekstual, membumi, dan kompatibel dengan semangat membangun simbiosis Islam dan kebangsaan. Demikian inilah yang dicontohkan Walisongo, terutama Sunan Kalijogo. Islam tidak diajarkan dalam bungkusnya, tetapi isinya. Bungkusnya dipertahankan dalam wadah budaya Nusantara, tetapi isinya diganti dengan ajaran Islam. Budaya dijadikan sebagai infrastruktur agama, sejauh tidak bertentangan dengan syariat. Termasuk dalam hal ini adalah bentuk negara. Bentuk negara apa pun, asal syari’at Islam dapat dijalankan masyarakat, sah dan mengikat, baik berbentuk republik, mamlakah, maupun emirat. Karena NKRI berdasarkan Pancasila telah disepakati oleh para pendiri bangsa, seluruh warga negara, termasuk santri, wajib patuh menjaga dan mempertahankan konsensus kebangsaan.

Jati diri santri adalah moralitas dan akhlak pesantren dengan kiai sebagai simbol kepemimpinan spiritual (qiyâdah rūhâniyah). Karena itu, meskipun santri telah melanglang buana, menempuh pendidikan hingga ke mancanegara, dia tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai santri yang hormat dan patuh pada kiai. Tidak ada kosakata bekas kiai atau bekas santri dalam khazanah pesantren. Santri melekat sebagai stempel seumur hidup, membingkai moral dan akhlak pesantren. Di hadapan kiai, santri harus menanggalkan gelar dan titelnya, pangkat dan jabatannya, siap berbaris di belakang kepemimpinan kiai. 

Tujuan pengabdian santri adalah meninggikan kalimat Allah yang paling luhur (li i’lâi kalimâtillâh allatî hiya al-ulyâ) yaitu tegaknya agama Islam rahmatan lil alamin. Islam yang harus diperjuangkan bukan sekadar akidah dan syariah, tetapi ilmu dan peradaban (tsaqâfah wal-hadlârah), budaya dan kemajuan (taqaddum wat tamaddun). Islam dalam ethos santri adalah keterbukaan, kecendekiaan, toleransi, kejujuran, dan kesederhanaan. Semangat inilah yang diwariskan oleh salafus shâlih, yang telah mencontohkan cara bela agama yang benar. Islam pernah mencapai zaman keemasan pada abad ke-7 sampai 13 M dengan ilmu dan peradaban. Para filsuf dan ulama seperti Jabir ibn Hayyan (721-815 M), Al-Fazari (w. 796/806 M), Al-Farghani (w. 870 M), Al-Kindi (801-873 M), Al-Khawarizmi (780-850 M), Al-Farabi (874-950 M), Al-Mas’udi (896-956 M), Ibn Miskawaih (932-1030 M), Ibn Sina (980-1037 M), Al-Razi (1149-1209 M), Al-Haitsami (w. 1039 M), Al-Ghazali (1058-1111 M), dan Ibn Rushd (1126-1198 M) telah berjasa kepada dunia dengan sumbangan mereka yang tiada tara bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Manfaatnya lintas zaman, melampaui sekat agama dan bangsa. Dunia berterima kasih kepada Islam karena ilmu pengetahuan. Itulah cara bela Islam yang benar.

Islam tidak boleh dibela dengan pekik takbir di jalan-jalan, dengan kerumunan massa yang  mengibar-ngibarkan bendera, dengan caci maki dan sumpah serapah. Islam harus dibela dengan ilmu pengetahuan dan peradaban. Itulah cara bela Islam yang benar. Benarlah peringatan Imam Ghazali dalam Kitab Tahâfutul Falâsifah:

و ضرر الشرع ممن ينصره لا بطريقه اكثرمن ضرره ممن يطعن فيه بطريقه

“Dan kecelakaan agama dari para pembela yang tidak tahu caranya itu lebih besar daripada kecelakaan agama dari para pencela yang tahu caranya.”

Santri mewarisi legacy yang ditinggalkan oleh para ulama di abad keemasan Islam. Karena itu, kebangkitan Islam akan sangat ditentukan oleh kiprah dan peranan kaum santri.

Selamat Hari Santri 2019. Santri Ungul Indonesia Makmur.

شكرا ودمتم في الخير والبركة والنجاح
والله الموفق إلى أقوم الطريق

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, 22 Oktober 2019

Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum

Baca Juga:



2. Unduh Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2019


Bagi yang ingin menggunakan Amanat Ketua Umum PBNU sebagai teks amanat pembina upacara Hari Santri Nasional Tahun 2019, sebagaimana tertera di atas, dapat mengunduhnya melalui tautan yang tersedia di bawah ini.

Unduh Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2019 versi Ketua Umum PBNU, UNDUH DI SINI

Jika ada sambutan dari Menteri Agama sekaligus terdapat juga sambutan dari Ketua PBNU yang sama-sama untuk memperingati Hari Santri Tahun 2019, lalu mana yang harus digunakan?

Bebas. Boleh menggunakan teks sambutan Menteri Agama dan boleh juga memilih menggunakan teks amanat dari Ketua Umum PBNU sebagai amanat pembina upacara Hari Santri 2019.

Friday, October 18, 2019

Sambutan Pembina Upacara Hari Santri 2019

Dalam penyelenggaraan Hari Santri Nasional, setiap tahunnya Kementerian Agama merilis Sambutan Menteri Agama RI pada Upacara Peringatan Hari Santri. Pun pada perhelatan di tahun 2019 ini. Kemenag pun telah mengeluarkan teks sambutan yang akan dibacakan oleh pembina upacara upacara peringatan Hari Santri 2019.

Sehingga bagi panitia peringatan Hari Santri 2019, dapat menggunakan teks sambutan tersebut sebagai sambutan pembina upacara peringatan Hari Santri 2019.

Biasanya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga merilis teks sambutan. Namun sampai dengan artikel ini diterbitkan, Ayo Madrasah baru mendapatkan teks sambutan pembina upacara yang dikeluarkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Sambutan Pembina Upacara Hari Santri

Baca Juga:


1. Sambutan Menteri Agama pada Upacara Hari Santri 2019


Adapun sambutan Menteri Agama yang dapat digunakan sebagai teks sambutan pembina upacara dalam upacara peringatan Hari Santri 2019, selengkapnya adalah senagai berikut.

SAMBUTAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
PADA UPACARA PERINGATAN HARI SANTRI 2019
Tanggal 22 Oktober 2019

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara-saudara santri di seluruh Tanah Air yang saya banggakan. Dalam suasana memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2019, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkat, dan perlindungan-Nya senantiasa menyertai kita semua.

Saudara-saudara sekalian,

Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema Dari Pesantren untuk Indonesia”, tahun 2017 "Wajah Pesantren Wajah Indonesia” , dan tahun 2018 “Bersama Santri Damailah Negeri”.

Meneruskan tema tahun 2018, peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural danmultikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

Saudara-saudara yang berbahagia,

Setidaknya ada sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian.

Pertama; Kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya Resolusi Jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PKI misalnya, tidak lepas dari peran kalangan pesantren. Sampai hari ini pun komitmen santri sebagai generasi pecinta tanah air tidak kunjung pudar. Sebab, mereka masih berpegang teguh pada kaidah hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).

Kedua; Metode mengaji dan mengkaji. Selain mendapatkan bimbingan, teladan dan transfer ilmu langsung dari kiai, di pesantren diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab. Tatkala muncul masalah hukum, para santri menggunakan metode bahsulmasail untuk mencari kekuatan hukum dengan cara meneliti dan mendiskusikan secara
ilmiah sebelum menjadi keputusan hukum. Melalui ini para santri dididik untuk belajar menerima perbedaan, namun tetap bersandar pada sumber hukum yang otentik.

Ketiga; Para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Ini merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial.

Keempat; Pendidikan kemandirian, keija sama dan saling membantu di kalangan santri. Lantaran jauh dari keluarga, santri terbiasa hidup mandiri, memupuk solidaritas dan gotong-royong sesama para pejuang ilmu.

Kelima; Gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Seni dan sastra sangat berpengaruh pada perilaku seseorang, sebab dapat mengekspresikan perilaku yang mengedepankan pesan-pesan keindahan, harmoni dan kedamaian.

Saudara-saudara sekalian,

Adapun alasan yang Keenam adalah lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Dialog kelompok membentuk santri berkarakter terbuka terhadap hal-hal berbeda dan baru.

Ketujuh; Merawat khazanah kearifan lokal. Relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pesantren menjadi ruang yang kondusif untuk menjaga lokalitas di tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan materialistis.

Kedelapan; Prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Tidak ada ceritanya orang-orang pesantren meresahkan dan menyesatkan masyarakat. Justru kalangan yang membina masyarakat kebanyakan adalah jebolan pesantren, baik itu soal moral maupun intelektual.

Kesembilan; Penanaman spiritual. Tidak hanya soal hukum Islam (fikih) yang didalami, banyak pesantren juga melatih para santrinya untuk tazkiyatunnafs, yaitu proses pembersihan hati. Ini biasanya dilakukan melalui amalan zikir dan puasa, sehingga akan melahirkan fikiran dan tindakan yang bersih dan benar. Makanya santri jauh dari pemberitaan tentang intoleransi, pemberontakan, apalagi terorisme.

Saudara-saudara yang berbahagia,

Di samping alasan pesantren sebagai laboratorium perdamaian, keterpilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020, dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesanpesan perdamaian di dunia intemasional.

Saudara-saudara sekalian,

Akhirnya kita juga patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri Tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan Undang-Undang tentang Pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat. Dengan Undang-Undang ini negara hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya. Dengan Undang-Undang ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ucapkan "Selamat Hari Santri 2019, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia".

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

a.n. Menteri Agama Republik Indonesia
Sekretaris Jenderal,

M. Nur Kholis Setiawan

Baca Juga:



2. Unduh Teks Sambutan Pembina Upacara Hari Santri 2019


Teks sambutan Menteri Agama Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Santri 2019 tersebut di atas dapat juga diunduh dalam bentuk file pdf. Tentu kemudian untuk dibacakan oleh pembina upacara pada upacara peringatan Hari Santri 2019 di tempat masing-masing. File tersebut dapat diunduh melalui tautan di bawah ini.

Unduh sambutan Menteri Agama Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Santri 2019, KLIK DI SINI

Semikianlah sambutan pembina upacara Hari Santri 2019 yang diambilkan dari sambutan Menteri Agama RI. Semoga bermanfaat.

Tuesday, October 15, 2019

Yuk, Gunakan Bingkai Foto Profil Hari Santri 2019

Menyambut peringatan Hari Santri Nasional 2019 tidak hanya dilakukan di dunia nyata. Di dunia maya sekalipun banyak cara untuk menyambut dan menyemarakkan peringatan tersebut. Salah satu diantaranya adalah dengan memasang dan menggunakan bingkai foto profil Hari Santri 2019, besutan Ayo Madrasah.

Bingkai foto profil merupakan salah satu fitur yang terdapat di facebook untuk menghiasi foto profil dengan ornamen dan aksesoris khusus. Sehingga foto profil yang digunakan akan tampak lebih hidup, unik, dan berciri khas sesuai tema tertentu.

Blog Ayo Madrasah telah berulang kali membagikan desain bingkai foto profil facebook. Dan kali ini ini, dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019, Ayo Madrasah kembali mendesain dan membagikan foto profil facebook terkait peringatan yang dirayakan setiap tanggal 22 Oktober ini.

Baca Juga: Download Spanduk Hari Santri 2019

1. Bingkai Foto Profil Hari Santri 01


Tersedia dua desain bingkai foto profil terkait Hari Santri 2019.

Bingkai pertama memiliki tampilan sebagai berikut.

Bingkai Hari Santri 1

Bingkai diisi dengan dua logo resmi peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019. Pertama adalah logo Hari Santri 2019 versi PDPontren Kementerian Agama yang terdapat di pojok kanan bawah. Kedua adalah logo Hari Santri versi RMINU yang ada di pojok kanan atas.

Bingkai dihiasi ornamen berwarna hijau, merah, dan cokelat, serta bendera merah putih yang sedang berkibar di bagian kirinya.

Untuk menggunakan bingkai ini, sila KLIK DI SINI

Baca Juga: Official Lagu Resmi Hari Santri 2019

2. Bingkai Foto Profil Hari Santri 2


Penampilan bingkai kedua adalah sebagai berikut


Bingkai memiliki ornamen lingkaran sebagaimana logo Hari Santri 2019. Juga disertakan logo versi RMINU di bagian atas bingkai.

Dibanding bingkai sebelumnya, pilihan warna lebih didominasi warna hijau dengan kombinasi merah dan putih.

Untuk menggunakan bingkai ini, sila KLIK DI SINI

Baca Juga: Download Instrumental Lagu Hari Santri 2019

Kedua bingkai tersebut didesain dengan memperhitungkan dua tampilan foto profil facebook yakni bujur sangkar dan lingkaran. Komposisi bingkai akan tetap terlihat 'utuh' meski ditampilkan dalam format bujur sangkar maupun lingkaran. Ornament utama, tulisan Hari santri dan logo kegiatan, diusahakan tetap utuh (tidak terpotong) meskipun tertampil dalam format lingkaran sekalipun.

Catatan khusus dalam menggunakan bingkai, untuk hasil yang maksimal, foto profil yang akan dipasangi bingkai sebaiknya berbentuk bujur sangkar dan dengan resolusi yang tidak terlalu kecil.

Baca Juga: Bingkai Foto Profil Facebook Ayo Belajar di Madrasah

Akhirnya selamat menyambut Hari Santri 2019 dengan menggunakan bingkai foto profil Hari Santri.

Monday, October 14, 2019

Download Desain Spanduk Hari Santri 2019

Menyambut peringatan Hari Santri Nasional 2019 yang tinggal sebentar, Ayo Madrasah membagikan download desain spanduk Hari Santri 2019. Terdapat beberapa pilihan desain spanduk dengan ukuran yang berbeda. Selain itu, contoh spanduk ini dapat diedit terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi pengolah gambar layaknya photoshop, coreldraw, ataupun adobe illustrator.

Sehingga bagi madrasah maupun instansi dan organisasi lainnya yang ingin memasang ucapan selamat Hari Santri 2019 dengan menggunakan media banner atau spanduk, tidak terlalu repot harus mendesain dari awal. Tinggal memilih model dan contoh spanduk yang disukai kemudian melakukan pengeditan kecil dan spandukpun siap untuk dicetak.

Spanduk Hari Santri 2019

Sebagaimana dibahas dalam artikel terdahulu, pada perhelatan di tahun 2019 ini peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Kementerian Agama melalui PDPontren menetapkan "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia" sebagai tema peringatan. Sedang Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) mengusung tema "Santri Unggul Indonesia Makmur".

Keduanya pun masing-masing mnetapkan logo resmi kegiatan. Selengkapnya silakan baca: Download Dua Logo dan Tema Hari Santri Nasional 2019

Guna ikut memeriahkan peringatan Hari Santri 2019, ayo madrasah telah mendesain beberapa contoh spanduk ucapan selamat Hari Santri. Masing-masing contoh spanduk disimpan dalam beberapa jenis file sekaligus mulai jpg, cdr, ai, dan pdf. Sehingga dengan ragam file tersebut diharapkan dapat diedit dengan menggunakan aneka aplikasi pengolah gambar seperti photoshop, coreldraw, ataupun adobe illustrator.

Desain tersedia dalam rasio 4 : 1 dan 5 : 1. Meski demikian, pengguna dapat mengubah ukuran spanduk dengan mudah. Desain spanduk sengaja dibuat polos di bagian tengah agar ketika butuh untuk merubah ukuran tinggal menggeser sisi kanan dan kiri saja, tanpa merusak tampilan desain secara keseluruhan.

Baca Juga: Official Lagu Resmi Hari Santri 2019

1. Contoh Spanduk Hari Santri 2019 Versi 1


Desain Spanduk Hari Santri 2019 01

Versi pertama dari kumpulan contoh spanduk Hari Santri 2019 adalah spanduk dengan ukuran 4 x 1 meter (rasio 4 : 1). Pada versi ini terdapat tiga spot logo yang bisa dipasangi logo lembaga atau instansi, logo Hari Santri 2019 versi Kemenag, dan logo Hari Santri versi NU.

Jika hanya ingin menampilkan salah satu logo saja, tinggal menghapus salah satunya dan tidak terlalu berpengaruh terhadap tampilan desain secara umum.

Tema Hari Santri yang tertulis adalah tema versi RMINU. Jika ingin merubahnya dengan tema dari Kemenag tinggal melakukan editing saja. Pun pada nama dan logo lembaga, tinggal diedit sesuai lembaga masing-masing.

2. Contoh Spanduk Hari Santri 2019 Versi 2


Desain Spanduk Hari Santri 2019 02

Selanjutnya adalah desain spanduk dengan rasio 5 : 1 (ukuran 4 x 1 meter). Pada desain kali ini hanya menyertakan dua spot logo yakni logo Hari santri dan logo lembaga. Logo dan tema yang disertakan merupakan tema dan logo versi PDPontren Kemenag RI.

Meski demikian jika ingin mengganti logo atau bahkan ingin memasukkan kedua logo Hari Santri, layaknya pada spanduk versi pertama bisa dilakaukan. Jika dua logo sekaligus baiknya dipasang di sisi yang sama dengan posisi bertumpukan (vertikal).

Meski tentunya untuk melakukan perubahan dan editing, dapat dilakukan bagaimanapun juga sesuai keinginan masing-masing. Karena contoh desain spanduk ini pun akan dengan mudah untuk diedit dengan berbagai program editing gambar dan grafis yang ada.

3. Contoh Spanduk Hari Santri 2019 Versi 3


Desain Spanduk Hari Santri 2019 02

Versi terakhir contoh desain spanduk Hari Santri Nasional Tahun 2019 kembali menggunakan rasio 5 : 1 (ukuran 5 x 1 meter. Walaupun demikian jika ingin merubah ukurannya, semisal memperpanjang atau memendekkan, dapat dilakuakan dengan mudah karena hanya perlu menggeser bagian gambar pada kedua sisi kanan dan kiri.

Pada desain ketiga ini kembali dipasang dua logo peringatan Hari Santri, masing-masing di sisi kanan dan kiri spanduk. Sedang logo lembaga atau organisasi ditempatkan di bagian atas spanduk.

Desain ini sebenarnya merupakan modifikasi dari desain spanduk serupa untuk peringatan tahun sebelumnya yang juga pernah dibagikan oleh ayo madrasah.

4. Download Desain Spanduk Hari Santri 2019


Bagi yang ingin membuat spanduk atau banner guna mengucapkan selamat peringatan Hari Santri dan tidak ingin kesulitan dalam mendesain, silakan unduh dan edit desain-desain spanduk di atas.

Untuk masing-masing desain, disediakan dalam bentuk file jpg, ai (adobe illustrator), cdr (corel draw), dan pdf editing. Jenis terakhir, meski pdf tetapi dapat diimport dengan menggunakan aneka program pengolah gambar.

Untuk mengunduhnya silakan klik tautan berikut:
Download Desain Spanduk Hari Santri 2019 > KLIK DI SINI

Akhirnya selamat menyambut dan memperingati Hari Santri 2019. Jadikan lebih semarak dan meriah dengan aneka desain spanduk Hari Santri 2019 yang ayo madrasah bagikan.

Saturday, October 12, 2019

Official Lagu Resmi Hari Santri 2019

Official lagu resmi atau theme song Hari Santri 2019 merupakan lagu resmi yang diluncurkan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019. Namun hingga beberapa hari menjelang puncak perayaan Hari Santri 2019, lagu official tersebut belum diluncurkan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada perayaan tahun 2018, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) merilis theme song khusus. Jika sampai artikel ini belum dirilis, terdapat dua kemungkinan. Pertama memang belum dirilis dan kedua, tidak disediakan theme song khusus untuk peringatan tahun ini. Artinya berarti masih menggunakan lagu terdahulu.

Atau bisa jadi, lagu theme song Hari Santri yang diperkenalkan pada perhelatan tahun 2018 akan digunakan juga untuk tahun-tahun sesudahnya.

Baca: Logo dan Tema Hari Santri 2019

Lagu Hari Santri 2019

Karena menilik pada lirik lagu tersebut, memiliki kandungan isi yang umum. Tidak khusus terkait dengan satu tema peringatan. Dimana pada tahun 2018, saat lagu tersebut dirilis, tema peringatan Hari santri yang diangkat adalah "Bersama Santri Damailah Negeri". Ternyata lirik lagu tersebut tetap cocok dinyanyikan pada setiap peringatan Hari Santri tahun 2019 yang mengangkat tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". Bahkan  dengan tema peringatan yang berbeda-beda pada tahun-tahun yang akan datang sekalipun.

1. Video dan Lirik Lagu Official Hari Santri


Adapun lagu official atau theme song Hari Santri yang dimaksud adalah sebagai berikut ini.


Adapun lirik lagu Theme Song Hari Santri adalah sebagai berikut.

Theme Song Hari Santri

22 Oktober 45
Resolusi jihad panggilan jiwa
Santri dan ulama tetap setia
Berkorban pertahankan indonesia

Saat ini kita telah merdeka
Mari teruskan perjuangan ulama
Berperan aktif dengan dasar pancasila
Nusantara tanggung jawab kita

Reff:
Hari santri hari santri hari santri
Hari santri bukti cinta pada negeri
Ridho dan rahmat dari ilahi
Nkri harga mati

Ayo santri ayo santri ayo santri
Ayo ngaji dan patuh pada kyai
Jayalah bangsa, jaya negara
Jayalah pesantren kita

Mari bersiap kita berangkat
Ke pesantren dengan penuh samangat
Raih cita cita luruskan niat
Mengabdi tuk kemaslahatan umat

Back to reff
***

Jayalah bangsa negara
Jayalah indonesia
Jayalah indonesia

2. Lagu Hari Santri Versi Instrumental


Sedang bagi yang menginginkan lagu Hari Santri dalam versi instrumental, untuk mengiringi paduan suara dan sebagainya, dapat disimak di bawah ini.



Versi MP3 dari lagu ini, baik versi utuh maupun versi karaoke (instrument) dapat diunduh di artikel sebelumnya, Video, & Musik Instrumental Lagu Hari Santri.

So, bagi yang sibuk mencari lagu resmi Hari Santri 2019, sekali lagi disampaikan, sampai dengan artikel ini diterbitkan belum ada lagu khusus untuk perayaan tahun 2019. Bisa jadi memang tidak ada karena theme song sebelumnya pun bersifat umum sehingga dapat digunakan pada peringatan Hari Santri di setiap tahunnya.

Friday, October 11, 2019

Download Dua Logo dan Tema Hari Santri Nasional 2019

Terdapat dua versi logo resmi Hari Santri Nasional Tahun 2019. Kedua logo tersebut terkadang membuat bingung orang yang ingin menggunakannya. Manakah logo yang resmi dan mana yang tidak resmi. Tidak usah bingung, kedua versi logo dan tema Hari Santri 2019 tersebut adalah 'resmi' semua.

Logo dan tema Hari Santri 2019 yang pertama adalah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren). Sedangkan logo satunya lagi merupakan logo yang dirilis oleh Nahdlatul Ulama melalui Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). Keduanya dapat digunakan secara bersamaan atau dipilih salah satunya.

Logo Hari Santri 2019

Logo dan Tema Hari Santri 2019 Versi Kemenag


Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) Kemenag RI sebelumnya telah menggelar Sayembara Desain Logo Hari Santri 2019. Temanya adalah Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Hasilnya, terpilih satu desain yang akhirnya ditetapkan menjadi logo resmi Hari Santri Nasional tahun 2019.

Logo tersebut adalah sebagai berikut.

Logo Hari Santri 2019 PDPontren

Logo ini melengkapi tema yang telah ditetapkan sebelumnya yakni, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia.

Penampakan logo ini memang mirip dengan logo perhelatan sebelumnya, Logo Hari Santri 2018. Hanya terdapat penambahan aksen warna-warni merah, hijau, putih, dan coklat yang membentuk lingkaran.

Logo dan Tema Hari Santri 2019 Versi NU


Di lain pihak, Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) pun turut mengadakan sayembara desain logo Hari Santri. Hasilnya adalah desain karya Muhammad Ainun Na’im yang ditetapkan sebagai logo resmi Hari Santri 2019.

Logo tersebut adalah sebagai berikut.

Logo Hari Santri 2019 RMINU

Logo Hari Santri versi RMI Nahdlatul Ulama ini tersusun dari aksara arab yang membentuk kata "santri", yakni huruf sin, nun, ta', ra, dan ya.Huruf-huruf tersebut tersusun membentuk kobaran api yang mengiaskan semangat di kalangan santri dalam mengamalkan resolusi jihad NU. Pun dalam menjada keutuhan NKRI demi terwujudnya Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Logo ini selaras dengan tema peringatan Hari Santri 2019 yang ditetapkan RMI NU yakni, Santri Unggul Indonesia Makmur.

Berbanding terbalik dengan logo versi Kemenag yang identik dengan logo tahun sebelumnya, logo versi NU justru berbeda jauh dengan logo-logo tahun sebelumnya. Logo-logo tahun sebelumnya menekankan gambar bendera merah putih yang berkibar dengan balutan background hijau membentuk lingkaran dan tulisan Resolusi Jihad.

Download Logo Hari Santri 2019


Kedua logo tersebut dapat digunakan secara berdampingan, baik logo Hari Santri versi Kemenag ataupun versi Nahdlatul Ulama. Namun boleh juga menggunakan salah satu logo yang dikehendaki dan disukai.

Bahkan di situs resmi PBNU (nu.or.id), meski telah menetapkan logo tersendiri tetap memasang logo dan link menuju logo resmi yang ditetapkan oleh Ditpdpontren Kementerian Agama RI.

Untuk mengunduh logo Hari Santri Nasional 2019, bisa dengan meng-save kedua gambar logo di atas. Atau jika menginginkan gambar logo dengan kualitas yang terbaik, silakan unduh melalui tautan berikut ini. Tersedia gambar dalam versi png dan corel.

Unduh logo DI SINI

Hari Santri sendiri merupakan salah satu peringatan hari nasional yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015. Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Tanggal ini merujuk pada kilas sejarah dimana pada tanggal 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari, Pendiri NU, mengeluarkan fatwa yang terkenal sebagai Resolusi Jihad. Isinya adalah kewajiban (fardlu ain) bagi setiap muslim untuk bertempur melawan penjajah. Sehingga setiap pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid.

Resolusi Jihad ini yang kemudian membakar semangat para santri dan arek-arek Surabaya yang kemudian memicu terjadinya peristiwa 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian juga diperingati sebagai Hari Pahlawan.


Untuk itu marilah kita peringati dan meriahkan Hari Santri 2019 sebagai bentuk kepedulian santri terhadap kutuhan dan kejayaan NKRI. Terkait dengan logo, silakan gunakan logo Hari Santri 2019 versi Kementerian Agama ataupun Nahdlatul Ulama, baik secara berdampingan atau salah satunya.

Friday, August 16, 2019

KMA 184 Tahun 2019 - Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah

Guna melakukan standardisasi implementasi kurikulum pada madrasah, Kementerian Agama menetapkan pedoman implementasi kurikulum pada madrasah. Adalah Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 184 Tahun 2019 yang menjadi regulasi terbaru terkait hal itu. KMA ini sendiri akan menggantikan regulasi sebelumnya yakni KMA Nomor 117 Tahun 2014 tentang Implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah.

Selain menerbitkan KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah, Kementerian Agama juga menetapkan KMA Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab Pada Madrasah. KMA No. 183 Tahun 2019 ini akan menggantikan KMA No. 165 Tahun 2013.

KMA 184 Tahun 2019

Regulasi yang mengatur terkait pedoman implementasi kurikulum pada madrasah ini dimaksudkan sebagai panduan bagi satuan pendidikan dalam mengimplementasikan kurikulum di madrasah. Sehingga KMA ini akan menjadi standarisasi implementasi Kurikulum di Madrasah dan memberikan kesempatan kepada madrasah untuk berinovasi dalam mengimplementasikan kurikulum madrasah.

Namun, meski telah ditetapkan sejak 7 Mei 2019, Keputusan Menteri Agama ini tidak akan langsung diberlakukakan. Ayo Madrasah simak dari poin ketiga KMA tersebut disebutkan bahwa kurikulum ini baru akan dijalankan pada tahun pelajaran 2020/2021. Sehingga pada tahun pelajaran ini, 2019/2020, madrasah akan tetap menggunakan KMA Nomor 117 Tahun 2014 sebagai dasar dalam mengimplementasikan kurikulumnya.

KMA Nomor 184 Tahun 2019


KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah merupakan panduan dalam mengimplementasikan kurikulum di madrasah. Ruang lingkup keputusan ini meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Struktur kurikulum
  2. Pengembangan implementasi kurikulum
  3. Muatan lokal
  4. Ekstrakurikuler
  5. Pembelajaran pada madrasah berasrama
  6. Penilaian hasil belajar

Struktur kurikulum 2013 dari pemerintah yang harus diimplementasikan di madrasah perlu kebijakan khusus dari Kementerian Agama, mengingat madrasah adalah lembaga pendidikan umum bercirikhas Islam. Dalam hal menguatkan program yang menjadi ciri khas dan keunggulan, madrasah dapat melakukan inovasi dan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Download KMA Nomor 184 Tahun 2019




Meskipun KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah ini baru akan diberlakukan pada tahun pelajaran 2020/2021 tetapi tentunya setiap pihak yang terkait perlu mempelajari lebih awal. Terutama yang terkait secara langsung adalah jika ada perubahan struktur kurikulum yang mengakibatkan jumlah jam mengajar dalam satu minggu pada mata pelajaran tertentu berkurang atau bertambah.

Dibutuhkan antisipasi sejak dini sehingga ketika KMA Nomor 184 Tahun 2019 ini resmi diberlakukan semua pihak telah siap.

Untuk membaca, mempelajari, dan menelaah regulasi ini secara seksama, sila unduh di tautan berikut ini.

  • Unduh KMA Nomor 184 Tahun 2019 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah (UNDUH FILE - 11 MB)
Akhirnya, dengan diterbitkannya KMA No. 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah semoga makin memperkuat eksistensi madrasah.



Thursday, August 15, 2019

KMA 183 Tahun 2019 - Kurikulum PAI & Bahasa Arab

Kementerian Agama telah menetapkan serangkaian Keputusan Menteri Agama (KMA). Salah satunya adalah KMA Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab Pada Madrasah. Regulasi terbaru ini merupakan pengganti dari peraturan sejenis sebelumnya, KMA Nomor 165 Tahun 2013.

Selain menerbitkan KMA Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab Pada Madrasah juga diterbitkan KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah. KMA Nomor 184 Tahun 2019 akan menggantikan KMA Nomor 117 Tahun 2014.

KMA No. 183 Tahun 2019

Meski telah tetapkan pada awal Mei 2019, tetapi Keputusan Menteri Agama ini tidak langsung diberlakukakan. Sebagaimana Ayo Madrasah simak dari poin ketiga KMA tersebut disebutkan bahwa kurikulum ini baru akan dijalankan pada tahun pelajaran 2020/2021. Sehingga pada tahun pelajaran ini, 2019/2020, penyelenggaraan pendidikan di madrasah masih menggunakan regulasi yang lama yakni KMA Nomor 165 Tahun 2013.

KMA Nomor 183 Tahun 2019


KMA Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab Pada Madrasah memiliki ruang lingkup, yang terdiri atas:
  1. Kerangka Dasar Kurikulum PAI dan Bahasa Arab
  2. Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi PAI dan Bahasa Arab
  3. Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab
  4. Penilaian PAI dan Bahasa Arab
  5. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) PAI dan bahasa Arab pada madrasah
Kesemuanya berlaku untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Karena memuat berbagai hal di atas, regulasi terkait kurikulum PAI dan Bahasa Arab ini memiliki lampiran yang cukup tebal. Terhitung lampiran keputusan menteri ini mencapai 459 halaman.

Download KMA Nomor 183 Tahun 2019


Meskipun Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab Pada Madrasah ini baru diberlakukan pada tahun pelajaran 2020/2021, tetapi tentunya setiap pihak yang terkait perlu mempelajari lebih awal. Melakukan persiapan dan antisipasi terhadap segala kemungkinan yang diakibatkan oleh perubahan regulasi dari KMA Nomor 165 tahun 2013 ke KMA Nomor 183 Tahun 2019. Sehingga ketika regulasi ini resmi diberlakukan, semua pihak telah siap.

Untuk membaca, mempelajari, dan menelaah KMA ini secara seksama, sila unduh di tautan berikut ini.
  • Unduh KMA Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab Pada Madrasah (UNDUH FILE - 90 MB)

Semoga diterbitkannya KMA Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab Pada Madrasah mampu memberikan pedoman yang lebih baik bagi penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di madrasah guna mencapai tujuan pendidikan

Tuesday, July 30, 2019

Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (SK Ditjen No. 1111 Tahun 2019)

Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Nomor 1111 Tahun 2019), merupakan regulasi terbaru terkait dengan implementasi PMA Nomor 24 Tahun 2018 tentang Kepala Madrasah. Peraturan Menteri Agama tentang Perubahan atas PMA No. 58 Tahun 2017 tentang Kepala Madrasah tersebut memang mensyaratkan adanya penilaian terhadap kinerja kepala madrasah.

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data tentang kualitas kepala madrasah dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala madrasah. Penilaian ini dilakukan secara berkala dalam periode tahunan (setiap tahun sekali) dan empat tahunan.

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah

Terkait dengan pelaksanaan penilaian kinerja kepala madrasah tersebut, Ditjen Pendidikan Islam melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah menyusun petunjuk teknis penilaian kinerja kepala madrasah yang kemudian ditetapkan melalui SK Ditjen Pendis Nomor 1111 Tahun 2019.

Ruang lingkup dalam juknis ini meliputi lima hal utama, yaitu konsep penilaian kinerja kepala madrasah, ruang lingkup penilaian kinerja kepala kepala madrasah, perangkat penilaian kinerja kepala madrasah, prosedur pelaksanaan penilaian kinerja kepala madrasah; dan pengendalian, pengawasan, evaluasi, dan pelaporan.

Kinerja kepala madrasah, sebagaimana juknis ini, dinilai berdasarkan 5 komponen penilaian. Kelimanya terdiri atas empat tugas utama kepala madrasah dan ditambah dengan satu komponen tambahan. Sehingga kelimanya meliputi :

  • Usaha pengembangan madrasah, 
  • Pelaksanaan tugas managerial
  • Pengembangan kewirausahaan
  • Supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan
  • Hasil kinerja kepala madrasah
Empat komponen penilaian tugas utama kepala madrasah dinilai setiap tahun, sedangkan penilaian komponen kelima (hasil kinerja kepala madrasah) dinilai perempat tahun sekali.

Penilaian kinerja tahunan, dilaksanakan secara periodik setiap awal tahun (penilaian diri bagi kamad yang pertama kali diangkat) dan akhir tahun. Penilaian ini dilakukan oleh pengawas dengan menggunakan instrumen penilaian sebagaimana empat komponen teratas di atas.

Penilaian kinerja empat tahunan merupakan penilaian kinerja akhir periode jabatan. Merupakan akumulasi penilaian kinerja tahuanan ditambah dengan komponen tambahan (hasil kinerja kepala madrasah). Penilaian ini dilakukan oleh tim penilai kinerja.

Baca juga :

Unduh SK Ditjen Pendis No. 111 Tahun 2019


Bagi kepala madrasah di lingkungan Kemeneterian Agama, sudah seharusnya memiliki dan memahami SK Ditjen Pendis No. 111 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah.

Karena dalam juknis ini termuat secara lengkap termasuk komponen dan indikator penilaian, hingga contoh-contoh form perangkat penilaian.

Untuk mengunduh SK Ditjen Pendis ini sila gunakan tautan di bawah ini:
  • SK Ditjen Pendis No. 111 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (UNDUH FILE - 16 MB)

Penilaian kinerja kepala madrasah ini dilakukan untuk melihat kinerja seorang kepala madrasah dalam melaksanakan tugasnya. Baik dalam mengembangkan madrasah, managerial, pengembangan kewirausahaan, maupun supervisi terhadap guru dan tenaga kependidikan di lembaganya.

Dengan juknis penilaian kinerja kepala madrasah ini diharapkan menjadi pedoman dalam melaksanakan penilaian kinerja.