Monday, April 24, 2017

Juknis Bantuan Rehab Ruang Kelas Madrasah/RA 2017

Petunjuk teknis bantuan rehabilitasi ruang kelas bagi Madrasah dan RA/BA Tahun Anggaran 2017 ini melengkapi artikel sebelumnya, Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru 2017. Selain pembangunan RKB, Kementerian Agama melalui Dirjen Pendidikan Islam juga menetapkan pedoman tentang bantuan rehab ruang kelas bagi Madrasah dan RA untuk tahun 2017.

Adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7386 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Madrasah/RA/BA Tahun Anggaran 2017 yang mengaturnya.

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam selalu berupaya mengembangkan Madrasah/RA/BA dengan berbagai kebijakan dan pemberian bantuan. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan. Pemberian bantuan ini terdiri atas Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Rehabilitasi Ruang Kelas.

Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Madrasah/RA/BA dimaksudkan untuk memperbaharui ruang kelas yang mengalami kerusakan baik karena di makan usia maupun sebab lainnya. Di lain sisi, kebutuhan madrasah akan ruang kelas, mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya jumlah peserta didik dan ekspektasi masyarakat akan madrasah.

Bantuan Rehab Ruang Kelas

Dengan pemenuhan sarana dan prasarana Madrasah/RA/BA yang proporsional dan berkualitas akan menjadikan proses pembelajaran di ruang kelas berjalan dengan baik. Dampak akhirnya adalah meningkatnya kualitas lulusan madrasah.

Rehabilitasi Ruang Kelas, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 45/Prt/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, adalah perbaikan terhadap ruang kelas yang mengalami kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan. Kerusakan tersebut terjadi baik pada struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.

Adapun jenis bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Madrasah/RA/BA tahun anggaran 2017, meliputi:

  • Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Raudlatul Athfal (RA), atau Bustanul Athfal (BA)
  • Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Madrasah Aliyah (MA)

Download Juknis Bantuan Rehab Ruang Kelas 2017


Segala sesuatu terkait dengan bantuan rehab ruang kelas Madrasah/RA, diatur oleh Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7386 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas Madrasah/RA/BA Tahun Anggaran 2017.

Untuk mempelajarinya silakan download juknis tersebut DI SINI

Demikian juknis Bantuan Rehab Ruang Kelas 2017 yang menjadi acuan bagi semua pihak dalam proses realisasi Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas yang berlangsung pada Tahun Anggaran 2017.

Saturday, April 22, 2017

Juknis Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah/RA 2017

Juknis Program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru untuk Madrasah/RA/BA Tahun 2017 telah dirilis. Adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7384 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru untuk Madrasah/RA/BA Tahun Anggaran 2017 yang diteken 30 Desember silam.

Keputusan Dirjen Pendis ini menetapkan Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan RKB untuk Madrasah/RA/BA di Tahun Anggaran 2017.

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam senantiasa melakukan berbagai kebijakan dan bantuan guna pengembangan Madrasah, RA, dan BA. Salah satunya adalah melalui pemberian bantuan peningkatan mutu sarana dan prasarana. Hal ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah yang unggul dan berkarakter sesuai dengan harapan masyarakat.

Apalagi realitas di lapangan, banyak dijumpai madrasah dan RA/BA yang ruang kelasnya mengalami kerusakan baik karena dimakan usia maupun akibat bencana. Di sisi lain, banyak juga Madrasah dan RA/BA yang kekurangan ruang kelas baru akibnat meningkatnya animo masyarakat dalam menyekolahkan putra-putrinya di madrasah.

Juknis Bantuan Ruang Kelas Baru Madrasah/RA 2017

Dengan pemenuhan sarana dan prasarana Madrasah/RA/BA yang proporsional dan berkualitas akan menjadikan proses pembelajaran di ruang kelas berjalan dengan baik. Dampak akhirnya adalah meningkatnya kualitas lulusan madrasah.

Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru atau RKB untuk Madrasah/RA/BA adalah bantuan yang dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas atau tempat proses belajar mengajar (PBM) yang baru di Madrasah, Raudlatul Athfal (RA), atau Bustanul Athfal (BA). Pembangunan ini guna memenuhi Standard Pelayanan Minimal (SPM) Madrasah/RA/BA seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) khususnya di bidang sarana dan prasarana.

Jenis bantuan ini meliputi:

  1. Pembangunan Ruang Kelas Baru Raudlatul Athfal (RA), atau Bustanul Athfal (BA)
  2. Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  3. Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  4. Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Aliyah (MA)


Pemberi bantuan RKB Madrasah/RA/BA adalah Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) bagi bantuan yang dibiayai dengan DIPA Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kanwil Kementerian Agama Propinsi bagi bantuan yang dibiayai dengan DIPA Kementerian Agama Propinsi dan Kementerian Agama Kabupaten/Kota bagi bantuan yang dibiayai dengan DIPA Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Download Juknis Bantuan Pembangunan RKB Madrasah/RA 2017


Lebih lanjut mengenai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7384 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru untuk Madrasah/RA/BA Tahun Anggaran 2017, silakan DOWNLOAD DI SINI.

Dengan juknis Bantuan Pembangunan RKB Madrasah/RA/BA Tahun Anggaran 2017 semoga dapat menjadi acuan bagi semua pihak. Tidak terkecuali bagi madrasah dan RA yang ingin melakukan pembangunan ruang kelas baru.

Friday, April 21, 2017

Daftar Rumpun Mapel PAI dan Bahasa Arab

Daftar rumpun PAI dan Bahasa Arab merupakan daftar rumpun mata pelajaran yang terkait dengan mapel Pendidikan Agama Islam yang meliputi Al Quran Hadis, Aqidah Akhlak, Fikih, dan Sejaran Kebudayaan Islam. Ditambah dengan mapel Bahasa Arab.

Hal ini menjadi rujukan dan dasar penghitungan dan pengakuan jam pelajaran yang di beberapa wilayah menggunakan istilah-istilah khusus sesuai dengan kearifan lokal. Apalagi dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Agama Nomor 165 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah.

Guna mempertegas kearifan lokal dalam penggunaan istilah suatu mata pelajaran di daerah tertentu, Kementerian Agama, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menerbitkan Surat bernomor 360/Dj.I/Dt.I.I.1/PP.00/04/2017. Surat tertanggal 17 April 2017 ini berperihal Daftar Rumpun PAI dan Bahasa Arab.

Surat tersebut dilengkapi dengan lampiran yang berisikan tabel daftar nama rumpun mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab.

Rumpun Mapel PAI dan Bahasa Arab

1. Daftar Rumpun Mapel PAI dan Bahasa Arab


Adapun daftar nama rumpun mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab selengkapnya adalah sebagai berikut:

No Mata Pelajaran Rumpun Mata Pelajaran
1 Al Quran Hadis 1. Qira'ah Qur'an
2. Tahfidz al-Qur'an
3. Ilmu Tajwid
4. Ulumul Qur'an
5. Tafsir
6. Ulumut Tafsir
7. Hadis
8. Ulumul Hadis/ Musthalah Hadis
2 Aqidah Akhlak 1. Aqidah/ Tauhid
2. Ilmu Kalam
3. Akhlak
4. Tashawuf
3 Fikih 1. Fiqih
2. Ushul Fiqih
3. Qaidah Fiqhiyah
4. Ilmu Faraidl
4 SKI 1. Sejarah Kebudayaan Islam
2. Tarikh
3. Sirah Nabawiyah
5 Bahasa Arab 1. Bahasa Arab
2. Qira'atul Kutub
3. Imla'
4. Hiwar
5. Khath/ Tahsinul Khath
6. Nahwu
7. Sharaf
8. Qaidah Sharaf/ Qaidah l'Ial
9. I'lal
10.Qaidah I'rab
11.I'rab
12.Ilmu Balaghah
13.Ilmu Bayan
14.Ilmu Mantiq
15. Ilmu Arudl

Baca juga artikel Linieritas Mapel Sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah

2. Download Surat Dirjen Pendis No 360/Dj.I/Dt.I.I.1/PP.00/04/2017


Bagi yang membutuhkan, silakan download Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menerbitkan Surat bernomor 360/Dj.I/Dt.I.I.1/PP.00/04/2017 DI SINI.

Semoga penjelasan Dirjen Pendis tentang daftar rumpun mapel PAI dan Bahasa Arab sebagaimana Surat Nomor 360/Dj.I/Dt.I.I.1/PP.00/04/2017 ini bermanfaat.


Struktur Kurikulum MI Simpatika 2017

Struktur kurikulum MI dan alokasi JTM MI Simpatika tahun 2017 banyak ditanyakan oleh warga madrasah. Apalagi setelah berlakunya pemutakhiran sistem berdasarkan Juknis TPG 2017 pada awal bulan April ini. Pasca pemutakhiran sistem tersebut terdapat perubahan mencolok pada struktur kurikulum MI berbasis KTSP yang digunakan sebagai acuan di Simpatika.

Perubahan struktur kurikulum yang dilakukan pasca pemutakhiran sistem Simpatika terjadi pada kelas bawah Madrasah Ibtidaiyah, yakni kelas 1, 2, dan 3 yang memberlakukan kurikulum KTSP.

Di kelas bawah, tidak lagi tersedia pilihan mata pelajaran Bahasa Indonesia, PKn, Matematika, IPA, maupun IPS. Sebagai gantinya, dimunculkan 'mapel' Tematik Umum. Sedang bagi yang memberlakukan K13, struktur kurikulumnya tidak mengalami perubahan.

Terkait dengan struktur kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah, Ayo Madrasah sebelumnya telah menerbitkan artikel berjudul Struktur Kurikulum MI KTSP KMA 207 Tahun 2014. Namun seiring dengan pemutakhiran sistem Simpatika yang memunculkan 'mapel' Tematik Umum di kelas bawah, Ayo Madrasah kembali mengangkat struktur kurikulum Simpatika terbaru tahun 2017.

Meski sebenarnya, perubahan alokasi JTM yang terjadi tidak terlalu signifikan. Lebih sekedar pada melebur mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial dalam mapel 'Tematik Umum'.

Struktur Kurikulum MI Simpatika

1. Tabel Struktur Kurikulum dan Alokasi JTM MI


Jumlah alokasi JTM di Madrasah Ibtidaiyah pasca pemutakhiran sistem Simpatika tidak mengalami perubahan. Alokasi Jam Tatap Muka perminggu di setiap tingkat (kelas) MI adalah sebagai berikut:

  • Kelas 1 : 30 + 4
  • Kelas 2 : 30 + 4
  • Kelas 3 : 32 + 4
  • Kelas 4 : 39 + 4
  • Kelas 5 : 39 + 4
  • Kelas 6 : 39 + 4
Plus 4 di sini memiliki pengertian madrasah berhak untuk melakukan penambahan hingga maksimal 4 JTM perminggu.

Sedang struktur kurikulum yang berlaku adalah sebagai mana tabel berikut ini:

MATA PELAJARAN
KELAS
1
2
3
4
5
6
Al-Quran-Hadis (PAI) 2 2 2 2 2 2
Akidah-Akhlak (PAI) 2 2 2 2 2 2
Fikih (PAI) 2 2 2 2 2 2
SKI (PAI) - - 2 2 2 2
PKn - - - 2 2 2
Bahasa Indonesia - - - 5 5 5
Matematika - - - 5 5 5
Bahasa Arab 2 2 2 2 2 2
IPA - - - 4 4 4
IPS - - - 3 3 3
Tematik Umum 12 12 12 - - -
Seni Budaya dan Keterampilan 4 4 4 4 4 4
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4
Muatan Lokal 2 2 2 2 2 2
Kelebihan Jam 4 4 4 4 4 4
JUMLAH 34 34 36 43 43 43

Lihat juga gambar berikut:

Struktur Kurikulum MI Simpatika

2. Kelebihan Jam


Dalam struktur kurikulum simpatika tersebut mengakomodir kelebihan jam hingga maksimal 4 JTM. Artinya, setaip rombel boleh menambah JTM pada setiap mapelnya dengan catatan jumlah penambahannya tidak boleh melebihi 4 JTM.

Sedang untuk membagi guru pengampu masing-masing mata pelajaran, silakan berpedoman pada tabel linieritas mapel sertifikasi sebagaimana pernah diulas di artikel Linieritas Mapel Sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah

Demikian struktur kurikulum MI di Simpatika 2017 bagi madrasah yang menjalankan KTSP. Semoga struktur kurikulum dan alokasi JTM tersebut dapat membantu para guru, operator, dan kepala madrasah dalam mengatur jam mengajar di madrasah masing-masing.

Monday, April 17, 2017

Jawaban Admin Simpatika Atas Pertanyaan Pasca Pemutakhiran Sistem

Pemutakhiran sistem Simpatika berbasis Juknis TPG 2017, sempat membuat kebingungan berbagai kalangan madrasah. Baik guru, kepala madrasah, operator madrasah, hingga operator kabupaten/kota, tidak sedikit yang dibuat kalang-kabut oleh penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan Simpatika berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : 7394 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2017 ini.

Apalagi usai pemutakhiran yang berakhir pada 4 April 2017 tersebut masih dilanjut dengan perbaikan-perbaikan kecil oleh admin Simpatika Pusat. Bahkan ajuan S25 (Keaktifan Kolektif Kepala Madrasah), dan SKMT-SKBK (S29) pun direset otomatis oleh sistem, dan berlaku pada semua jenjang di seluruh Indonesia. Belum cukup, khusus untuk Madrasah Ibtidaiyah ternyata harus mengalami reset otomatis hingga dua kali.

Pertanyaan Simpatika

Berbagai pertanyaan pun mengemuka di berbagai media sosial. Tidak terkecuali di fanspage resmi Simpatika. Ini membuktikan banyaknya pihak yang gamang, resah, dan bingung.

Admin Ayo Madrasah mencoba merangkum beberapa pertanyaan yang diajukan oleh guru, operator madrasah, hingga kepala madrasah yang diajukan di fanspage facebook @layanan.simpatika sebagai halaman resmi Admin Simpatika Pusat.

Beberapa pertanyaan tersebut mendapat jawaban langsung dari Admin Simpatika.

Inilah daftar jawaban admin Simpatika atas pertanyaan pasca pemutakhitran sistem Simpatika.


  • Yth. Admin... Apakah yg rasionya kurang bisa d atasi dg dispensasi kelayakan tunjangan? (www.facebook.com/InsanVaniaIrma)




Terkait dispensasi ini, baca juga: Dispensasi untuk Rasio Guru Siswa di RA/Madrasah


  • rasio guru BK ko ndak bisa terisi padahal udah jalanin tugas pada 2 istansi yang sekolahnya satu tempat (www.facebook.com/ahsanul.farisi.7)





  • Apakah ini berlaku juga untuk guru pai pak admin ??? Juknis TPG 2017 untuk PAI belum ada. (www.facebook.com/rahmayanti.arsyad.9)





  • Yth. Admin pusat. Tolong di cek ulang sistem perhitungan rasio guru dan siswa pada simpatika tidak sesuai dengan juknis tpg 2017. Pada sistem simpatika perhitungan rasio dihitung per rombel/kelas Sementara pada juknis perhitungan rasio dihitung berdasarkan jumlah rata rata peserta didik dari seluruh kelas/rombel yang diampu oleh setiap guru. Apakah simpatika yg keliru atau juknis yg perlu diralat. Mohon pencerahannya. Ini penting pak admin (www.facebook.com/andi.waje)





  • Selamat sore. Apakah Juknis TPG 2017, berlaku untuk Guru Pendidikan Agama Katolik, Kristen, Hindu dan Buddha, dan apakah SKBK, SKMT juga bagi guru2 tersebut sudah terfasilitasi di simpatika. Mengingat tidak semua kab/kota ada pengawas. Terimaksih (www.facebook.com/aryo.mahir)





  • Panduan penyusunan jadwal untk jenjang MI khususnya kelas bawah alokasinya berapa kami susun 30 jtm kok laporannya kelebihan jtm diatas jadwal mingguan (www.facebook.com/heru.nurhuda.7)





  • d simpatika layak dapat tunjangan. Tp d pendmad kabupaten gak mo bayar cz gak punya sk dirjen lulusan 2014. Mana sk dirjen versi simpatika nya min. GTY itu kerja min jangan dikerjain? (www.facebook.com/agus.n.rudiana)





  • Simpatika kok ga bisa nambah mapel IPA dan IPS di kelas 3 dan 6 yg masih KTSP...? Tanda + di daftar mapel ga ada...? (www.facebook.com/profile.php?id=100008229430486)





  • AdminYth. Apakah kebijakan itu juga berlaku bagi GPAI di Sekolah Umum???? (www.facebook.com/abid.maulana.146)




Terkait dengan pemutakhiran sistem Simpatika berdasarkan Juknis TPG 2017, ternyata pertanyaan-pertanyaan yang diajukan minim mendapatkan respon. Tercatat jawaban dari Admin Pusat Simpatika hanya pada beberapa pertanyaan saja. Padahal status pengumuman pemutakhiran sistem tersebut mendapat respon pertanyaan yang sangat tinggi. Sedikitnya ada 354 komentar dari para guru dan operator se-Indonesia.

Semoga beberapa jawaban dari Admin Simpatika yang diplihkan Ayo Madrasah, ikut menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menggelayuti pembaca.

Friday, April 14, 2017

KBBI V Aplikasi Kamus Bahasa Indonesia Terbaik

KBBI V (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima) menjadi aplikasi Kamus Bahasa Indonesia terbaik. Bagi guru madrasah, apalagi guru kelas dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, aplikasi yang tersedia untuk android, IOS, dan web ini tampaknya menjadi aplikasi wajib dan harus dimiliki. Pun bagi siswa madrasah.

Bahasa Indonesia kerap kali diremehkan. Mungkin lantaran dirasa mudah dan sudah biasa dipergunakan sehari-hari. Sehingga tidak jarang orang (termasuk guru madrasah) memilih memasang aplikasi kamus berbagai Bahasa Asing dalam android sedangkan Kamus Bahasa Indonesia justru tidak.

Padahal harus diakui, kerap kali kita masih saja salah dalam menggunakan Bahasa Indonesia, kerap luput membedakan mana kata baku dan tidak baku, gamang dalam mendefinisikan sebuah kalimat, hingga tidak memahami arti sebuah ungkapan hingga peribahasa. Hal-hal tersebut, seharusnya dapat diminimalisir jika kita memiliki kamus Bahasa Indonesia yang akurat dan mudah diakses dimana saja dan kapan saja.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima

Membawa dan membuka Kamus Bahasa Indonesia versi cetak dirasa kurang praktis. Apalagi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (KBBI V), memiliki 127.036 lema dan makna sehingga tebalnya mencapai 2.040 halaman. KBBI V yang dirilis bulan Oktober 2016 silam merupakan pengembangan dari KBBI IV yang telah dipergunakan semenjak 2008 silam.

1. Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V


Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V dapat diakses secara online (daring). Baik melalui versi web maupun aplikasi android dan IOS.

Untuk versi web, KBBI V dapat diakses dengan membuka laman https://kbbi.kemdikbud.go.id yang tentunya berjalan secara online.

Sedangkan untuk versi Android dan IOS, setelah terpasang dapat tetap digunakan meskipun tanpa akses internet. Yup, aplikasi ini dapat berjalan secara luring  (offline).

2. Kelebihan Aplikasi KBBI V


Cukup banyak aplikasi kamus Bahasa Indonesia baik untuk android maupun IOS. Namun dapat dipastikan, KBBI V merupakan aplikasi terbaik hingga saat ini. Selain merupakan aplikasi resmi yang dikeluarkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, KBBI V memiliki berbagai kelebihan. Bukan sekedar memberikan arti sebuah kata belaka namun dilengkapi dengan berbagai fitur yang sangat membantu. Beberapa fitur tersebut diantaranya adalah.


  • Mencari kata dengan cepat dan lengkap
Tinggal mengetikkan kata yang hendak dicari artinya, dan aplikasi KBBI akan menghadirkan arti kata secara cepat tanpa loading (menunggu). Saat pengetikan kata dilakukan, pun akan ditampilkan saran kata-kata lain yang terkait.

Dalam setiap arti kata yang ditampilkan, disertakan juga penghubung (link) dengan berbagai gabungan kata, kata turunan, dan peribahasa yang terkait dengan kata tersebut.

Semisal kita mengetikkan kata "makan", maka aplikasi akan menampilkan:

  • Arti kata makan
  • Gabungan Kata yang mengandung kata makan seperti, makan ampun, makan angin, makan asam garam, makan waktu, makan malam, makan hati, makan gaji, makan sekolah, dll. gabungan kata ini ketika diklik akan menampilkan arti masing-masing.
  • Kata turunan dari kata "makan" seperti: dimakan, makan-makan, makanan, memakan, termakan, dll. Kata turunan tersebut saat diklik akan menampilkan artinya.
  • Peribahasa yang mengandung kata "makan" seperti, kenyang makan garam, makan hati berulam jantung, kalau guru makan berdiri maka murid makan berlari, dll. Peribahasa ini jika diklik akan menampilkan artinya.

Berikut contoh hasil pencarian dari kata "makan"

Aplikasi KBBI V


  • Mencari Peribahasa dan gabungan kata
KBBI V dilengkapi dengan fitur pencarian peribahasa dan gabungan kata. Pengguna cukup mengetikkan kata dari sebuah peribahasa atau gabungan kata dan aplikasi akan menampilkan pilihan berbagai peribahasa dan gabungan kata yang sesuai. Jika dipilih akan ditampilkan artinya.

Seperti kalau pengguna mengetikkan kata madrasah, maka akan ditampilkan pilihan kata dan gabungan kata mulai dari madrasah, madrasah ibtidaiyah, madrasah aliyah, dan madrasah sanawiyah. Jika kata dan gabungan kata tersebut diklik, aplikasi akan menampilkan artinya.

Aplikasi KBBI V


  • Kata dari berbagai bahasa

Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima juga dilengkapi dengan kata-kata (beserta artinya) dari berbagai bahasa. Mulai dari beberapa bahasa asing seperti bahasa Arab, Belanda, Inggris, Itali, Jerman, dan Spanyol, hingga berbagai bahasa daerah di Indonesia seperti bahasa Aceh, Asmat, Bali, Banjar, Bugis, Jawa, Madura, Sasak, Sunda, Waropen, dan lainnya.

Aplikasi KBBI V



  • Antarmuka yang sederhana, ringan dan bebas iklan

Tampilan Aplikasi KBBI V sangat sederhana sehingga memudahkan bagi para penggunanya yang belum pernah menggunakannya sekallipun. Selain itu aplikasi ini sangat ringan dengan respon yang cepat. Yang paling, aplikasi KBBI V bebas dari iklan.


  • Berjalan secara luring (offline)

Jaringan internet hanya dibutuhkan ketika melakukan pemasangan (instalasi) dan update saja. Selebihnya, aplikasi ini berjalan secara luring (offline) sehingga tidak membutuhkan jaringan internet. Selain cepat, hal ini tentu akan sangat menghemat kuota internet penggunanya.


  • Gratis

Aplikasi KBBI V dapat digunakan secara secara gratis

3. Download Aplikasi KBBI V


Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (KBBI V) tersedia untuk android dan IOS, tentunya disamping versi daring yang tersedia di situs kbbi.kemdikbud.go.id. Untuk android dan IOS, dapat diunduh di :



Dengan melihat fitur-fitur yang disediakan aplikasi KBBI V ini, sudah sewajarnya jika kemudian aplikasi Kamus Bahasa Indonesia ini menjadi aplikasi yang wajib ada di gawai setiap guru dan siswa madrasah. Fitur-fitur yang dimiliki oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima menjadi keniscayaan untuk menunjang proses pembelajaran, terutama mata pelajaran Bahasa Indonesia, di sekolah dan madrasah kita.

Tuesday, April 11, 2017

Dispensasi untuk Rasio Guru Siswa di RA/Madrasah

Dispensasi bagi RA dan Madrasah yang memiliki rasio guru berbanding siswa, kurang dari 1:15. Adakah dispensasi untuk rasio guru siswa tersebut? Apa syarat bagi RA dan Madrasah untuk mendapatkan dispensasi itu? Bagaimana cara mengajaukan dispensasi itu?

Itulah sederetan pertanyaan terkait dispensasi rasio guru banding siswa yang muncul di benak para guru RA dan Madrasah, semenjak terbitnya Juknis Pencairan TPG 2017. Apalagi ketika update sistem Simpatika kemudian menerapkan isi Juknis berdasar  Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : 7394 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2017 itu.

Akibatnya banyak guru calon penerima Tunjangan Profesi Guru yang menjadi galau. Jam Tatap Muka (JTM) mengajarnya tidak diakui oleh Simpatika lantaran siswa yang diajar tidak memenuhi rasio.

Dispensasi Rasio Siswa Guru

Baca Juga: Bahasa Arab Boleh Diampu Guru Kelas dan Linier

1. Benarkan Madrasah dapat Mengajukan Dispensasi


Di beberapa media sosial beredar 'kabar liar' bahwa RA dan madrasah yang memiliki rombongan belajar (kelas) dengan siswa dibawah 15 (tidak memenuhi rasio ideal guru : siswa) dapat mengajukan dispensasi.

Benarkah kabar tersebut?

Benar, RA dan Madrasah dapat mengajukan dispensasi. Sehingga meskipun rasio guru berbanding siswanya tidak memenuhi standar, tetap dapat menerima TPG.

Akan tetapi harus diingat, pemberian dispensasi tersebut tidak dapat diberikan secara serta merta. Ada sedikitnya tiga syarat yang salah satunya harus dipenuhi.

Ketiga syarat bagi RA dan Madrasah yang hendak mengajukan dispensasi karena terkendala rasio telah ditulis secara jelas di Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : 7394 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru Bagi Guru Madrasah Tahun 2017.

Pada Bab III Poin A.6 SK Dirjen Pendis No. 7394 Tahun 2016 disebutkan, dispensasi dapat diberikan jika guru mengajar di madrasah yang memenuhi salah satu dari 3 kriteria, yaitu:

  • Terletak di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal).
  • Terletak di daerah yang secara geografis dan/atau demografis menyebabkan jumlah penduduknya sangat minim, yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang diterbitkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. 
  • Madrasah yang menyelenggarakan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus (MILB, MTsLB, MALB atau yang sejenis).

Jika memenuhi salah satu syarat dari ketiga syarat tersebut, RA dan Madrasah, berhak mengajukan dispensasi.

Nah untuk memperjelas, mari kita bahasa satu persatu tiga kriteria tersebut.

2. Terletak di Daerah 3T


Kriteria pertama ini yang kadang diperdebatkan. Terletak di daerah Terdepan, Terpencil, atau Tertinggal. Tidak sedikit diantara kita yang mengaku-aku daerahnya termasuk dalam kriteria daerah tertinggal ataupun daerah terpencil.

Penetapan suatu daerah menjadi daerah Terdepan, Terpencil, atau Tertinggal tidak bisa berdasarkan klaim pribadi, apalagi sepihak. Ada lembaga khusus yang berhak dan memiliki otoritas untuk menetapkannya.

Penetapan suatu daerah sebagai Daerah 3T menjadi kewenangan Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Khusus untuk daerah tertinggal bahkan telah diatur (termasuk daftar daerahnya) berdasarkan Perpres Nomor 131 tahun 2015 tentang Penetapan daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.

Jika suatu daerah tidak termuat dalam data Bappenas dan Lampiran Perpres Nomor 131 tahun 2015, tidak usah berharap mendapatkan dispensasi rasio guru berbanding siswa atas kriteria terletak di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal).

3. Kriteria Kedua dan Ketiga


Kriteria kedua untuk dapat memperoleh dispensasi adalah jika terletak di daerah yang secara geografis dan/atau demografis menyebabkan jumlah penduduknya sangat minim. Penetapan melalui mekanisme yang berlaku di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Karena yang berhak menerbitkan surat keterangan terkait hal ini adalah Kankemenag Kab/Kota.

Dan tentunya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tidak bisa sesuka hati mengeluarkan surat keterangan. Pasti membutuhkan referensi dan rekomendasi dari lembaga/badan terkait di Kabupaten/Kota tersebut.

Kriteria ketiga cukup jelas. Jika madrasah menyelenggarakan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. Jika tidak, maka tidak usah berhadap mendapatkan dispensasi terkait rasio guru : siswa yang kurang memenuhi standar.

So, bagi RA atau Madrasah yang memenuhi salah satu dari kriteria yang telah tercantum dalam Juknis Pencairan TPG 2017 tersebut, silakan untuk mengajukan dispensasi pemenuhan rasio guru : siswa, 1 : 15. Namun jika tidak memenuhi persyaratan, caranya hanya satu, cari murid sebanyak-banyaknya.